apa beda fotografer dengan seniman digital - digital artist a

Apa Beda Fotografer Dengan Seniman Digital (Digital Artist)

29 views

Pertanyaan yang hanya bisa dijawab secara teoretis karena pada prakteknya, di masa sekarang ini, sulit sekali mengetahui beda “fotografer” dengan “seniman digital” atau dalam bahasa Inggris “Digital Artist”.

Tanpa mengetahui langsung bagaimana proses mereka “membuat” image/gambar digital, maka susah sekali menerka yang mana hasil karya fotogrfer dan yang mana hasil karya seniman digital.

Terlebih, pada kenyataannya, seorang fotografer juga menggunakan teknik ala digital artist, dan sebaliknya banyak seniman digital juga menguasai teknik fotografi dan ahli mempergunakan kamera.

Jadi bisa dikata beda antara keduanya hanya bisa dalam teori saja.

(Baca juga : Apa Itu Digital Image – Tidak Semua Image Keluar Dari Kamera)

Beda Fotografer dan Seniman Digital (Digital Artist)

Paling tidak ada dua hal yang membedakan.

Fotografer melihat obyeknya, Seniman Digital “Tidak”

Hasil akrya seorang fotografer adalah perwujudan dari apa yang dilihatnya lewat viewfinder (jendela bidik) atau LCD monitor kamera. Sedangkan seniman tidak.

Sebelum memotret, fotografer akan membuat komposisinya di tempat. Ia akan memasukkan obyek-obyek yang ada kemudian dimasukkan ke dalam bidang foto. Barulah setelah itu ia menekan tombol shutter release.

Memang, di masa sekarang, kemudian pada foto-foto itu dilakukan berbagai foto post processing dan editing, supaya foto lebih indah. Meskipun demikian, seorang fotografer tidak mengurangi atau menambahkan obyek ke dalam fotonya.

Sebaliknya, seniman digital sama sekali tidak melihat hal tersebut karena hal tersebut biasanya tidak ada. Ia hanya memilih foto/image, baik yang diambilnya sendiri atau karya orang lain. Kemudian, foto-foto itu digabung menjadi satu dengan perangkat pengubah citrat/image seperti photoshop.

Jadi, ia sama sekali tidak pernah melihat bentuk asli dari hasil karyanya.

Fotografer Berdasarkan Realita, Digital Artist Berdasarkan Ide

Seorang fotografer yang baik akan mempunyai ide juga, tetapi ia akan mewujudkannya dulu dalam bentuk nyata, realita. Barulah, kemudian ia membuat foto. Bahkan, dalam fotografi jalanan pun proses ini sebenarnya terjadi.

Jika ia memiliki ide tentang wanita cantik dengan latar belakang pemandangan pegunungan yang indah, maka ia akan menyediakan/menemukan wanita cantik itu dan lokasi pemandangan indahnya. Barulah kemudian, ia mengambil kameranya dan kemudian melakukan proses memotret.

Berbeda dengan digital artist atau seniman digital.

Ketika ide muncul, ia tidak mencoba mencari seorang wanita cantik dan pergi ke lokasi berpemandangan indah. Ia cukup membuka komputer dan menjelajahi dunia maya untuk menemukan image atau foto wanita cantik dan pemandangan indah.

Lalu, dengan perangkat lunak Photoshop, ia menggabungkan image-image tersebut menjadi satu menurut ide yang ingin ditampilkannya.

Tidak ada realita disana.

Itulah secara teori beda fotografer dengan seniman digital atau digital artist.

Oleh karena itu, biasanya hasil karya seniman digital akan terkesan “sempurna” dan terkesan “dreamy” seperti mimpi. Hal itu karena karyanya berdasarkan kesempurnaan yang ada di kepala manusia dan bukan kenyataan yang ada di lapangan.

Yang membuat rumit adalah ketika sang fotografer mempunyai kemampuan mengolah image dengan photosop yang mumpuni juga. Ia memasukkan ide kesempurnaan yang ada di kepalanya ke dalam foto dan kemudian mengolahnya menjadi “foto” yang sempurna dan jauh dari realita yang dilihatnya.

Hasilnya adalah kebingungan khalayak untuk membedakan karena teori di atas tidak bisa dipergunakan untuk membedakan hasil foto.

Gravatar Image
Seorang blogger seorang pecinta fotografi, seorang ayah, seorang anak, seorang suami seorang tetangga.. Cuma orang biasa yang gemar melihat dunia dari viewfinder kameranya