arti kode VR pada lensa kamera nikon DSLR 01

Arti Kode VR pada Lensa Kamera Nikon DSLR

1,574 views

Apa arti kode VR pada lensa kamera Nikon DSLR? Pertanyaan itu kerap ditanyakan oleh mereka yang hendak membeli lensa.

Tidak salah juga karena banyak sekali kode-kode produksi yang dilekatkan pada kamera maupun lensa, terutama yang berjenis DSLR atau Digital Single Lens Reflex.

Hal itu terkadang membingungkan dan tidak jarang membuat ragu . Tidak jarang hal itu membuat pusing karena untuk lensa dengan focal length yang sama tetapi harganya lebih mahal.

Arti kode VR pada lensa kamera Nikon DSLR

Arti kode VR pada lensa kamera nIkon DSLR adalah singkatan dari Vibration Reduction.

Dalam bahasa Indonesia adalah “pengurang getaran”.

Secara tidak sadar, pada saat seorang memotret, terjadi getaran-getaran halus yang terjadi secara sengaja atau tidak sengaja. Hal ini bisa mengakibatkan hasil foto menjadi blur atau kabur.

Apalagi kalau shutter speed yang dipergunakan cukup lama seperti 1/15 atau 1/20 atau 1/30 detik (biasanya dalam ruang yang minim cahaya). Jika tanpa tripod atau dudukan yang tetap dan hanya mengandalkan pada kekuatan tangan, maka hasil foto cenderung blur.

Sesuatu yang tidak diinginkan tentunya.

Nah, apabila lensa yang dipergunakan memiliki kode VR, maka hal tersebut bisa dikurangi.  Gambar akan tetap tajam bahkan tanpa menggunakan alat untuk menstabilkan kamera.

Fitur VR, dan teknologi di dalamnya membantu mengoreksi gerakan kecil tidak sengaja dan membuat lensa akan tetap terfokus dengan baik.

Itulah arti kode VR pada lensa kamera Nikon DSLR. Pada kamera jenis Canon, tidak ada kode VR melainkan IS (Image Stabilizer). Fungsi dan kegunaannya sama.

Tidak semua gambar menjadi jelas dengan lensa berkode VR

Untuk menghindari kesalahpahaman, lensa VR biasanya berfungsi dan ditujukan untuk sebuah obyek statis saja atau bergerak pelan saja.

Jika obyek yang hendak direkam bergerak, maka tetap saja foto akan menjadi blur meski menggunakan  lensa dengan kode VR. Dalam situasi seperti ini yang harus dilakukan adalah menggunakan mode “sport” (gambar orang berlari), atau mempercepat shutter speed.

Lensa VR biasanya ditujukan pada saat memotret dalam ruang atau area yang kurang cahayanya. Untuk itu shutter speed harus di”lambatkan” supaya cahaya lebih banyak masuk.

Harga Lensa VR

Tentu saja fitur ini tidak gratis. Dibandingkan dengan lensa standar non VR, maka harganya lebih tinggi.

Itulah yang menyebabkan sering orang bingung mengapa lensa dengan focal length yang sama harganya berbeda. Itu karena di dalamnya terdapat tambahan fitur VR.

Sebagai contoh , Lensa kit 18-55 mm non VR akan lebih murah dibandingkan lensa 18-55 mm VR atau VR II.

Jadi perhatikan apakah kita memang membutuhkan keberadaan fitur VR pada lensa yang kita beli.

 

Gravatar Image
Seorang blogger seorang pecinta fotografi, seorang ayah, seorang anak, seorang suami seorang tetangga.. Cuma orang biasa yang gemar melihat dunia dari viewfinder kameranya