Bagaimana berolahraga bisa membantu seorang fotografer

Bagaimana Berolahraga Bisa Membantu Seorang Fotografer

36 views

Bagi banyak orang mungkin akan terdengar menggelikan, tetapi saya cukup yakin bahwa para fotografer berpengalaman akan membenarkan pandangan ini. Berolahraga bisa membantu seorang fotografer dalam menghasilkan karya yang baik.

Bukan tanpa alasan hal itu dikatakan. Pengalaman berburu momen di jalanan Kota Bogor dan sekitarnya untuk membuat foto bagi berbagai artikel yang saya tulis untuk Lovely Bogor, blog induk dari blog LB Fotografi ini menunjukkan betapa jelas pengaruh kondisi dan stamina bagi seorang forografer. Apalagi, bila ia menekuni fotografi jalanan, seperti yang saya lakukan, wildlife (alam liar), atau landscape.

Tidak jarang proses hunting foto akan memakan waktu yang cukup lama dan menempuh jarak yang lumayan jauh untuk menemukan obyek, ide, background dan lainnya.

Kebanyakan dari semua itu harus dilakukan dengan berjalan kaki. Penggunaan kendaraan memang membantu untuk mencapai satu lokasi tertentu, tetapi selebihnya perburuan foto harus dilakukan dengan mengandalkan kekuatan kaki dan fisik.

Parahnya lagi, perjalanan hunting foto tersebut memerlukan banyak peralatan, mulai dari kebutuhan pribadi, seperti air minum, makanan, lensa (ternyata lumayan juga) hingga tripod (untuk teknik long exposure). Kamera sendiri sudah merupakan sebuah beban, terutama bila harus dalam kondisi standby di tangan, pasti akan menimbulkan rasa pegal yang lumayan.

Hasilnya, jika kondisi tidak prima, adalah kelelahan yang cepat sekali timbul.

Wajar.

Namanya manusia tetap akan mengalaminya.

Masalahnya reaksi berantai dari rasa capek itu menurunkan juga tingkat konsentrasi. Kondisi ini acap kali dan umum dialami siapapun dan dalam pekerjaan apapun, konsentrasi akan turun ketika kelelahan meningkat.

Efeknya adalah

  • reaksi menurun, yang berakibat sang fotografer tidak akan peka terhadap lingkungan sekitar dan bisa menyebabkan kehilangan momen-momen menarik
  • tidak bisa berpikir, terlalu sibuk mencoba mengatur nafas dan tenaga membuat kepala rasanya sulit berpikir, jangankan untuk menemukan settingan yang cocok, bahkan untuk sekedar mengatur komposisi foto sesuai teori saja sulit
  • rasa malas, inginnya istirahat saja dan tidak lagi berburu momen. Sang fotografer jadi lebih terfokus pada diri sendiri dibandingkan tujuan sebenanrya

foto warga tionghoa menonton acar cap go meh

Hal itu sering saya alami. Padahal, lokasi perburuan foto hanya di kisaran Bogor saja, dan sering hanya di satu titik saja, seperti lokasi favorit, Kebun Raya Bogor yang memiliki luas 87 hektar.

Capek adalah satu alasan yang paling sering menjadi pembuat keputusan untuk menghentikan kegiatan hunting foto. Sudah tidak cukup tenaga untuk berkeliling dan memfokuskan mata mencari-cari apa yang enak untuk difoto.

Itulah yang menghadirkan kesadaran bahwa memiliki stamina yang baik adalah penting bagi seorang fotografer. Rasanya bukan hanya para street photographer saja yang memerlukannya. Mereka-mereka yang bergelut memotret di studio atau memotret model pun akan memerlukannya.

Disinilah peran berolahraga bagi seorang fotografer menjadi sangat penting. Berolahraga secara rutin akan bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan pada akhirnya meningkatkan kemampuan konsentrasi untuk melakukan pemotretan.

Bayangkan saja ketika kita ingin memotret keindahan landscape atau pemandangan tetapi tidak memiliki cukup stamina untuk melakukan hiking dan mendaki gunung, atau mengayuh perahu di pantai. Bisakah berkonsentrasi untuk memotret?

Kemungkinan besar tidak.

Memotret ternyata juga bukan butuh sekedar kemampuan berpikir saat menghadapi obyek, tetapi juga memerlukan stamina yang prima agar tetap bisa berpikir dengan baik. Bagaimanapun, memotret juga perlu berpikir.

Dan, kemampuan berpikir akan bisa sirna kalau kita terlalu cepat merasa capek.

Jadi, kawan, selain terus mengasah kemampuan teknis, dan berpikir tentang teori memotret yang baik. jangan lupakan untuk tetap rajin berolahraga. Latihan fisik ini akan memberikan banyak manfaat bagi seorang fotografer.

Lagipula, hal itu akan membuat kita tambah sehat, bukan begitu?

Gravatar Image
Seorang blogger seorang pecinta fotografi, seorang ayah, seorang anak, seorang suami seorang tetangga.. Cuma orang biasa yang gemar melihat dunia dari viewfinder kameranya