Berkarya Dalam Keterbatasan

Berkarya Dalam Keterbatasan, Itulah Seorang Fotografer

72 views

Bukankah semua manusia begitu? Semua manusia pada dasarnya harus mampu berkarya dalam keterbatasan. Tidak ada manusia yang mampu memiliki, melakukan semua hal dalam hidupnya.

Keterbatasan adalah kodrat manusia.

Seorang fotografer pun adalah seorang manusia. Oleh karena itu, ia pun memiliki apa yang dikodratkan kepada dirinya sebagai manusia, KETERBATASAN. Berpikir sebaliknya adalah sebuah hal yang absurd dan tidak seharusnya dilakukan.

Canon, atau Nikon memang menyediakan puluhan jenis kamera, atau lensa berbagai jenis. Memang tugas dan kewajiban mereka untuk memastikan “semua” sisi “keinginan” para fotografer, yang juga manusia, mendapatkan pemenuhan. Dengan begitu mereka bisa mendapatkan “keuntungan”.

Tetapi, pertanyakan beberapa hal ini :

Mampukah kita membelinya?

Anggaplah memang fotografi adalah jalan yang kita pilih dan untuk itu kita bersedia menyediakan dana besar sebagai modal. Tetapi, mampukah kita membeli kesemua jenis kamera atau lensa yang ditawarkan agar bisa merasa bahagia dan “kebutuhan” atau “keinginan” kita terpenuhi?

Tidak mungkin juga.

Bagaimanapun cintanya kita kepada fotografi, manusia harus makan, minum, memiliki atap, dan berbagai hal lain layaknya seorang manusia. Kesemua itu pun membutuhkan dana dan biaya yang tidak sedikit.

Manusia tanpa makan atau minum akan segera mati, tetapi manusia tanpa fotografi akan tetap hidup. Itu juga sebuah kenyataan.

Mengalokasikan dana rumahtangga pada lensa atau kamera hanya akan membuat kebutuhan hidup dasar sebagai manusia bisa tidak terpenuhi. Manusia tidak menjadi manusia ketika mereka tidak makan atau minum selama beberapa hari. Tidak akan ada kegiatan yang mampu dilakukannya.

Bukankah ini satu keterbatasan?

Mampukah Mengangkut Semua?

Ok-lah, tentunya pada zaman sekarang banyak sekali fotografer yang berasal dari keluarga yang bergelimang uang. Atau, mereka sudah sedemikian suksesnya hingga uang tak kunjung henti mengalir ke rekening bank.

Dengan uang itu, mereka mampu membeli semua jenis kamera yang ditawarkan oleh Pentax, Fuji, Canon, Nikon, Olympus, dan lainnya. Anggaplah mereka mampu memborong semuanya itu, beserta dengan ratusan jenis lensa dan asesori lainnya.

Lalu, pada saat hendak memotret, bukankah akan hadir pertanyaan “Bagaimana harus membawa kesemua itu?”

Banyak fotografer membawa 2 atau 3 kamera beserta beberapa lensa setiap kali berburu foto, tetapi jarang dan hampir tidak pernah melihat mereka membawa lebih dari 5 kamera.

Mengapa?

Yap. Bagaimanapun fisik manusia pun terbatas. Tangan hanya dua, kaki hanya dua. Tidak mungkin mengangkut kesemua lensa atau kamera yang dimilikinya sekaligus.

Juga, bukankah mata manusia hanya 2 saja. Hanya satu yang diperlukan untuk mengintip melalui pentamirror dan dua kalau memotret secara liveview. Walau dia mampu membawa tiga atau empat kamera, hanya satu yang bisa dipergunakan pada suatu waktu.

Lagi-lagi keterbatasan.

Berkarya Dalam Keterbatasan 2

Adakah Alat Berkemampuan Tak Terbatas?

Jika seseorang sudah memiliki lensa Canon 70-200 mm, 70-300 mm f/2.8, lensa fix 50 mm f/1.8, dan ratusan lensa lainnya, apakah berarti ia memiliki kemampuan tak terbatas saat memotret?

Tidak juga. Kemampuan ia sama terbatasnya dengan seorang yang hanya memiliki satu kamera dan satu lensa saja.

Bukankah hanya ada satu kamera yang bisa dipergunakan di sekali waktu?  Satu kamera DSLR atau Mirrorless hanya bisa dipergunakan untuk satu lensa? Seberapa besar pun rentang focal length sebuah lensa, yang berarti opsi semakin lebar, tetap saja, hanya akan ada satu lensa yang bisa dipergunakan di satu saat.

Padahal, kemungkinan obyek foto yang ada di depan mata bisa dibuat menjadi berbagai jenis foto, seperti potret, landscape, street, atau yang lainnya. Tetap saja yang fotografer hanya memiliki opsi yang terbatas karena keterbatasan kemampuan alat yang dimilikinya.

Tidak ada yang namanya alat yang tidak terbatas. Semua memiliki keterbatasan.

Tiga pertanyaan sederhana ini hanya sebagian dari banyak keterbatasan lain yang akan dihadapi oleh mereka yang ingin terjun ke dunia fotografi. Tidak ada yang tidak terbatas. Semua serba terbatas.

Hanya satu hal yang hampir tidak memiliki batasan, KEINGINAN MANUSIA.

Sebuah hal yang manusiawi, tetapi tetap saja pada akhirnya keinginan tersebut akan dibatasi oleh ada tidaknya dana untuk membeli, keterbatasan pengetahuan, keterbatasan tenaga untuk mengangkut, keterbatasan daya jangkau lensa dan kameranya.

Pada akhirnya seorang fotografer memang akan dituntut untuk berkarya dalam keterbatasan. Jumlah benda, tingkat kemampuan alat, dan tingkat pengetahuan hanyalah memperluas batas  keterbatasan yang dimiliki.

Itulah kenyataannya.

Dalam segala keterbatasan itulah maka seorang fotografer harus tetap bisa menghasilkan sesuatu tetap berkarya.

Tidak ada fotografer yang tidak terbatas karena fotografi tetap tentang manusia, dan segala keterbatasannya.

Gallery for Berkarya Dalam Keterbatasan, Itulah Seorang Fotografer

Gravatar Image
Seorang blogger seorang pecinta fotografi, seorang ayah, seorang anak, seorang suami seorang tetangga.. Cuma orang biasa yang gemar melihat dunia dari viewfinder kameranya