Fotografer Harus Berani Menampilkan Karya Foto Buatan Sendiri

Fotografer Harus Berani Menampilkan Hasil Karya Buatannya

67 views

Agak bingung. Terus terang memang agak membingungkan. Berulangkali saya berkunjung ke berbagai website dan blog yang membahas tentang fotografi dan bahkan menyediakan tutorial tentang cara memotret. Bisa dikata puluhan website telah saya kunjungi dan jelajahi.

Tetapi, ada satu hal yang menurut saya terasa aneh. Banyak blog tentang fotografi buatan orang Indonesia ternyata tidak menampilkan hasil karya mereka yang berada di belakang blog itu. Kebanyakan justru mengambil foto-foto hasil karya para fotografer luar negeri.

Bukankah seorang fotografer harus percaya diri dan berani menampilkan hasil karya buatan tangan sendiri?

Apalagi, jika blog fotografi yang mereka kelola mengajarkan bagaimana teknik-teknik dan tips-tips fotografi. Tentunya akan lebih sahih bila pada admin di belakang layar juga bersedia mempertunjukkan foto-foto yang dihasilkan oleh kameranya.

Bukankah begitu?

Lalu mengapa mereka memilih untuk memajang foto-foto dari para fotografer terkenal dibandingkan foto-foto mereka?

Mengenal Shutter Priority Pada Kamera

Karena saya juga blogger, saya cukup paham betul bahwa sebuah artikel tentunya harus dibuat semenarik mungkin dan juga harus menampilkan kesan profesional, orang yang mahir dalam bidangnya.

Penggunaan foto-foto hasil karya mereka yang sudah sangat mahir dan terkenal tentunya akan membuat pengunjung terpesona dan terpikat dan ujungnya mereka akan betah membaca berbagai artikel di blog tersebut. Hampir pasti, para pembaca tidak akan lagi memusingkan bahwa foto-foto itu bukanlah hasil orang yang mengelola blog itu. Mereka akan sibuk mengagumi.

Beres sudah. Pengunjung senang dan akan semakin banyak pembaca yang datang. Admin senang karena berarti blognya sukses dan tentunya kalau iklan sudah terpasang, besar harapan pemasukan akan semakin deras.

Selesai.

Pemandangan Indah Curug Cigamea Bogor

Tetapi, bukankah seharusnya seorang fotografer harus berani tampil dan memperlihatkan hasil karyanya. Dengan begitu berarti ia menunjukkan kepada dunia bahwa apa yang ditulisnya adalah apa yang dilakukannya saat memotret dengan bukti hasil fotonya.

Memang, tentunya sebagai seorang fotografer bin blogger, kegiatan potret memotret lebih condong ke arah hobi dan hasilnya sangat sering jauh dari sempurna. Tentunya tidak sepadan dan jauh dibandingkan apa yang dihasilkan fotografer profesional via kameranya.

Tetapi, bukankah dengan begitu kita juga bisa menerima masukan berupa kritik atau saran untuk perbaikan? Bukankah juga berarti kita jujur bahwa setidaknya itulah kemampuan kita sebagai penghobi fotografi? Bukankah juga berarti kita sharing apa yang memang dilakukan, meski hasilnya belum bagus, dan bukan memberi “topeng” pada teori?

Itulah mengapa, pada blog LB Fotografi, mayoritas foto adalah hasil jepretan sendiri. Beberapa foto yang berkaitan dengan teknis, seperti foto kamera dan perlengkapannya diambil dari berbagai sumber sebagai ilustrasi dan alat bantu penjelasan saja.Beberapa diambil dari karya orang lain kalau artikelnya kebetulan menceritakan tentang sang fotografer.

Tetapi, selebihnya adalah hasil karya tangan sendiri.

Jauh dari sempurna, tetapi saya ingin yang melihat tahu bahwa itulah kemampuan dari pengelola blog ini. Tidak ada make up atau tambahan. Secara jujur, saya ingin para pembaca juga mengetahui bahwa inilah kemampuan orang yang mengelola blog ini.

Mungkin pada akhirnya mereka merasa “tidak cukup” dan “meragukan” bahwa apa yang ditulis karena melihat hasil fotonya. That’s OK. Bukan masalah.Setidaknya saya jujur kepada mereka tentang seberapa jauh kemampuan dalam fotografi yang saya miliki. Jika mereka merasa “kurang”, itu hak pembaca.

Tetapi, setidaknya saya tidak berusaha menampilkan kesan profesional dengan memanfaatkan karya orang lain.

Lagi pula, bukankah ada motto dalam dunia fotografi, yaitu menampilkan apa yang dilihatnya lewat kameranya? Bukankah menampilkan foto karya orang lain dan menyembunyikan hasil karya sendiri sangat tidak sesuai dengan motto itu?

Entahlah. Cara pandang orang memang berbeda masing-masing. Itupun tetap harus dihargai, walau membuat bingung juga.

Hanya saya akan tetap mengelola blog ini dan sebisa mungkin menampilkan berbagai hasil karya sendiri, karena saya ingin orang lain melihat dunia sebagaimana saya melihatnya lewat pentamirror kamera saya sendiri, dan bukan kamera orang lain.

Tabik!

Gravatar Image
Seorang blogger seorang pecinta fotografi, seorang ayah, seorang anak, seorang suami seorang tetangga.. Cuma orang biasa yang gemar melihat dunia dari viewfinder kameranya