fotografer menyampaikan pesan lewat foto

Fotografer Menyampaikan Pesan Lewat Foto

32 views

Setiap orang berkomunikas. Setiap orang menyampaikan pesan kepada orang lainnya. Guru menyampaikan pesan dan informasi dengan berbicara dan menulis. Penulis melakukannya dengan aksara dan tulisannya.

Lalu, bagaimana dengan fotografer? Media apa yang dipergunakannya untuk menyampaikan pesan dan pemikirannya.

Foto.

Fotografer menyampaikan pesan pada orang lain dengan menggunakan apa yang dikuasainya, kamera dan dalam bentuk foto.

Menyampaikan Pesan Lewat Foto

Memang, tidak berarti seorang fotografer tidak bisa mengirimkan pesan dan membuat orang lain mengerti dalam bahasa lisan maupun tulisan. Semua fotografer adalah orang yang mampu membaca dan menulis dengan baik.

Kalau tidak bisa baca tulis, maka tentunya sulit untuk fotografer menguasai kameranya dengan baik. Mereka tidak akan bisa membaca buku manual dan berbagai petunjuk pemakaian.

Tetapi, setiap orang pasti punya cara masing-masing untuk membuat orang lain mengerti dan yakin apa yang disampaikannya.

Seorang salesman akan mengandalkan pada kemampuan berbicara dan memberi penekanan pada produk yang mereka jual. Seorang pemusik akan menggunakan kemampuannya memainkan alat musiknya agar mereka bisa menyampaikan pesan keindahan melalui telinga. Seorang pelukis akan memakai media lukisan untuk membuat orang paham tentang apa yang ada di kepalanya.

Nah, seorang fotografer, yang biasa bergelut dengan foto dan kamera akan berusaha membuat orang terikat atau tertarik terhadap sesuatu melalui hasil karyanya , yaitu foto.

Di dalam sebuah foto, fotografer bisa memasukkan apa yang ada di dalam benaknya, baik itu berupa ide atau pemikiran, atau juga rasa.

Beberapa contoh “pesan” yang biasa disampaikan dalam foto adalah

  • Kelestarian Lingkungan
  • Cerita Keindahan Sebuah Tempat atau Manusia
  • Keceriaan
  • Kesusahan Hidup
  • Rasa Sakit, Kesusahan dan Kesedihan
  • Fakta Tentang Sebuah Kejadian

Dan masih banyak hal bisa disampaikan oleh seorang fotografer lewat foto-fotonya. Hal ini seharusnya tidak mengherankan karena sudah sejak masa dahulu kala, manusia menyampaikan pesan melalui gambar, seperti lukisan mural yang banyak ditemukan pada gua-gua kuno.

Biarkan saya bebas
Biarkan Saya Bebas!!!

Pesan-pesan  yang mengandalkan pada kemampuan visual setiap manusia ini memang terkadang mengundang berbagai multi tafsir. Mau tidak mau karena sebuah foto memang tidak berbicara secara gamblang tentang apa yang ingin disampaikan.

Siapapun yang melihat harus berusaha untuk menterjemahkan “kode” yang dapat berbentuk sebuah emosi pada wajah si obyek, atau juga rasa yang timbul dalam hati ketika melihatnya.

Setiap orang bisa menterjemahkan sesuai dengan latar belakangnya dan hasilnya mungkin akan berbeda pada diri setiap orang.  Tidak jarang bahwa pesan hasil terjemahan yang melihat akan berbeda dari yang membuat pesan itu sendiri, sang fotografer.

Bagaimana Membuat Foto Penyampai Pesan

Tidak ada cara pasti dan teori yang berlaku umum. Fotografi lebih mendekati sebuah seni dibandingkan ilmu pasti. Seorang fotografer lebih mirip seorang pelukis dibandingkan seorang guru.

Pesan dari seorang guru lebih bersifat informatif dan memiliki dasar, berupa buku panduan ajaran. Sementara hasil foto seorang fotografer lebih bebas dan fleksibel tidak terikat oleh hal-hal seperti itu. Bebas dalam apayang disampaikan dan gaya penyampaian.

Meskipun demikian, tidak berarti bebas sebebas-bebasnya tanpa memperhatikan keumuman. Ada banyak hal umum yang tetap berlaku dan dipahami secara universal, seperti potret sampah akan segera memicu interpretasi tentang sesuatu yang tak berguna, kotor, dan tidak pantas.

Hal-hal itu tetap harus dipertimbangkan agar pesan bisa disampaikan dengan baik.

Saya bukan seorang penyampai pesan lewat foto yang baik, tetapi berdasarkan pengalaman, sebuah foto bisa menjadi penyampai pesan ketika

  1. Sang fotografer tahu apa yang ingin disampaikannya. Entah itu pesan tentang kelestarian alam atau apapun. Ada bagusnya sebelum kita memotret sebuah obyek, kita menentukan dulu ide atau pemikiran (pesan) yang ingin disampaikan lewat foto kita.
  2. Memilih obyek yang tepat, jika ingin menyampaikan sebuah pesan tentang kelestarian alam, pilihlah obyek yang sesuai. Foto tentang mobil mewah contohnya tidak akan cocok dengan pesan kelestarian lingkungan, tetapi sebuah Metromini yang mengeluarkan asap hitam dari knalpotnya bisa menjadi penyampai pesan yang bagus dalam konteks ini
  3. Perhatikan emosi, baik obyek atau lingkungan secara keseluruhan. Mimik wajah sedih bin nelangsa bisa menjadi pembawa pesan tentang kesedihan terhadap sesuatu dan bila digabungkan dengan lingkungan kumuh, maka bisa menjadi sarana bagi sang fotografer menyampaikan pesan tentang sulitnya hidup sebagai orang miskin

Selebihnya, semua itu harus diterjemahkan dalam tindakan lebih detail oleh setiap pemotret yang sesuai dengan ide, gaya dan tentunya target “pasar” bagi foto-fotonya.

Foto Pengemis Cilik

Foto sebagai penyampai pesan sendiri sudah banyak dipergunakan dalam media iklan, promosi, atau propaganda. Jadi, konsep ini sudah lama dipergunakan.

Terkadang sebagai penyampai pesan foto ditemani teks, tetapi tidak jarang ditampilkan sendiri tanpa teks.

Sebuah foto penyampai pesan yang baik akan bisa memenuhi dasar dari konsep foto sebagai penyampai pesan :

A picture is worth a thousand words

(Sebuah gambar/foto bermakna seribu kata)