Fotografi Jalanan Mengajarkan Bersyukur - Tukang Becak Menunggu Penumpang

Fotografi Jalanan Mengajarkan Bersyukur

13 views

Terdengar lebay mungkin, tetapi itulah yang saya rasakan. Pengalaman menyusuri jalan-jalan di Kota Bogor menghadirkan banyak hal yang pada akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa “fotografi jalanan mengajarkan bersyukur”.

Bagaimana tidak.

Selama lebih dari tiga tahun, kegiatan rutin yang saya lakukan adalah berburu momen di jalanan kota hujan. Banyak hal yang tidak terlihat atau terabaikan di saat naik mobil atau motor menjadi terlihat jelas.

Kehidupan di Bogor seakan menjadi terbagi. Satu sisi gemerlap dan penuh dengan keceriaan sebagai kota tujuan wisata. Di sisi yang lain kehidupan yang terkesan muram.

Foto tukang becak menunggu penumpang ini dijepret di Jalan Abesin. Mengingat nasib becak di banyak kota di Indonesia, bukan hanya Bogor, tidak terhindarkan untuk sekedar bertanya apa yang ada di dalam pikirannya saat menanti datangnya penumpang.

Apakah kesal karena semakin tersisih oleh ojeg online? Apakah uang sekolah anak yang belum dibayar beberapa bulan? Apakah bete karena penumpang yang selalu ingin ongkos murah dan disamakan dengan para ojeg online?

Hal itu mau tidak mau membuat rasa bersyukur bahwa hal itu tidak terjadi pada saya. Meski bukan termasuk golongan orang kaya, tetapi Canon 700D, kelas pemula yang saya tenteng saja harganya sudah berkali lipat penghasilan bulanan si tukang becak tadi.

Tidak kah saya harus bersyukur untuk hal itu? Saya rasa ya.

Mungkin karena itulah juga saya menyukai fotografi jalanan. Genre ini memperlihatkan kepada saya banyak sisi kehidupan manusia yang tidak semuanya indah. Dengan begitu saya akan selalu merasa bersyukur terhadap apa yang sudah diberikan Tuhan.

  • Lokasi : Abesin Street, Bogor City, West Java, Indonesia
  • Tahun: 2017
  • Kamera : Canon EOS 700D
  • F-Stop f/6.3
  • Focal Length : 229 mm
  • Shutter Speed : 1/200 second
  • ISO : 200

Gravatar Image
Seorang blogger seorang pecinta fotografi, seorang ayah, seorang anak, seorang suami seorang tetangga.. Cuma orang biasa yang gemar melihat dunia dari viewfinder kameranya