Fotografi Jalanan Tidak Selamanya Spontan, Sering Butuh Perencanaan dan Persiapan

Fotografi Jalanan Tidak Selamanya Spontan 3

Ada sedikit kesalahpahaman dalam genre fotografi jalanan. Banyak orang berpendapat bahwa genre ini hanya merekam momen-momen spontan yang ditemukan di ruang publik. Padahal, sebenarnya tidak demikian.

Dalam banyak situasi justru seorang penggemar fotografi jalanan harus membuat perencanaan agar ide yang ada di kepalanya bisa terealisasi.

Seperti contoh, foto di bawah ini, yang menggambarkan bagaimana tingkah laku para pemotor di pintu perlintasan kereta, tidak dibuat karena spontanitas pemegang kamera.

Justru, foto itu bisa jadi karena sang fotografernya membuat rencana “kasar”.

Istilah Post Processing Dalam Fotografi

Persiapan dilakukan beberapa belas menit sebelumnya dengan cara :

  1. Membuat ide fotonya, dalam hal ini kelakukan nekat para pemotor di perlintasan kereta
  2. Memperhatikan kelakuan para pemotor saat pintu perlintasan akan tertutup beberapa saat kereta akan melintas dan setalah kereta lewat
  3. Memperhatikan kapan kereta akan melintas
  4. Arah sumber cahaya
  5. Latar belakang yang akan dipergunakan
  6. Mempersiapkan setting kamera dan mengukur jarak
  7. Memastikan keamanan fotografernya sendiri dari kemungkinan tersambar kereta

Semuanya diperhitungkan dalam rencana. Bahkan sebelum memotret, beberapa shoot diambil untuk memperkirakan hasil dan juga posisi terbaik untuk pengambilan foto.

Memang ada beberapa hal yang memang di luar kendali, seperti obyek yang akan lewat dan posisinya.  Tidak mungkin mengatur para pemotor untuk bisa berpose di tengah jalan kerata. Jangankan fotografer jalanan tak dikenal, pak polisi saja sering kerepotan mengatur para pemotor.

Tetapi, pada dasarnya, sejak ide itu timbul, berbagai persiapan sudah dilakukan untuk mewujudkannya. Bukan semata karena spontanitas dan kebetulan saja.

Antisipasi Pergerakan Obyek

Pada foto kedua juga bukan 100% spontanitas. Momennya begitu cepat terjadi, tetapi sama sekali tidak dilakukan secara spontan. Ada perencanaan.

Ide awalnya timbul saat melihat seorang tukang becak yang berhenti setelah mengayuh kendaraannya. Perlahan ia mengeluarkan botol dan pada saat itu bisa diperkirakan bahwa selanjutnya ia akan minum.

Sejak saat itulah rencana dibuat untuk menampilkan seorang tukang becak yang sedang minum. Kamera di-set, fokus diatur, dan juga latarbelakang ditinjau. Beberapa kali terpaksa maju mundur untuk mendapatkan fokus yang diinginkan.

Fotografi Jalanan Tidak Selamanya Spontan 4

Jadi, tidak secara tiba-tiba seperti menemukan harta karun. Ada usaha untuk mewujudkan ide ke dalam bentuk visual, foto.

Memang, semuanya terjadi dalam waktu singkat, tetapi jelas ada perencanaan disana.

Itulah mengapa seorang fotografer jalanan pun harus mau mempelajari situasi dan kondisi dimana mereka akan “berburu”. Dengan begitu, maka bisa diperhitungkan beberapa hal, seperti sumber cahaya, ketersediaan obyek, pengaturan setting, dan banyak lainnya.

Dengan begitu maka hasilnya pun bisa lebih memuaskan dibandingkan mengandalkan pada tersedianya “adegan” di jalanan.

Itulah yang saya lakukan setiap hunting foto di jalanan Bogor.

Tolong Bantu Dishare Siapa Tahu Ada Yang Membutuhkan

admin

Seorang blogger seorang pecinta fotografi, seorang ayah, seorang anak, seorang suami seorang tetangga.. Cuma orang biasa yang gemar melihat dunia dari viewfinder kameranya