Fotografi Jalanan Menampilkan Keindahan dari keseharian

Fotografi Jalanan : Menampilkan Keindahan Dari Keseharian

53 views

Fotografi Jalanan, Street Photography, adalah genre fotografi yang berfokus  pada merekam momen-momen yang terjadi dalam kehidupan manusia di ruang publik.

Genre ini menampilkan sisi kehidupan manusia apa adanya tanpa sang fotografer mencoba terlibat dengan obyek yang menjadi sasaran lensanya.

Oleh karena itu, biasanya karya dari aliran fotografi yang ini bersifat natural karena foto diambil secara sembunyi-sembunyi. Obyek foto biasanya tidak menyadari kalau dirinya menjadi sasaran kamera.

Kriteria Fotografi Jalanan

Sebenarnya, tidak ada kriteria pasti tentang bagaimana sebuah foto dikategorikan dalam fotografi jalanan atau bukan. Tetapi, ada beberapa ciri khas yang biasa ditemukan dalam genre ini

Dilakukan di Ruang Publik

Pengambilan foto dilakukan di ruang publik.

Meskipun namanya memakai kata jalanan, tidak berarti sebuah foto hanya bisa dilakukan di jalan-jalan saja. Selama hal itu dilakukan di tempat-tempat umum, seperti taman, restauran atau berbagai tempat publik lainnya, maka hal itu bisa dikategorikan dalam genre ini.

Subyek yang Tidak Dikenal

Ciri lainnya adalah obyek fotonya, jika orang adalah orang asing bagi si fotografer.

Sebuah foto yang dilakukan di jalanan tetapi memanfaatkan model yang dibayar atau memiliki kaitan dengan sang pemotret tidaklah bisa dimasukkan dalam kategori ini.

Tidak dibuat-buat

Sang fotografer jalanan biasanya diharapkan tidak terlibat dan mencoba berinteraksi dengan obyek fotonya. Hal ini dilakukan biasanya agar sang obyek tetap bersikap natural dan menjalankan apa yang dilakukannya seperti yang biasa dilakukan.

Oleh karena itu, biasanya pengambilan foto dilakukan secara sembunyi alias candid.

Walaupun begitu, beberapa fotografer jalanan memandang hal ini bisa diabaikan dan mereka tetap berinteraksi dengan obyeknya.

Bisa berupa rangkaian cerita

Fotografi jalanan bisa berupa sebuah karya tunggal atau berseri yang menceritakan kehidupan sehari-hari.

Dalam hal ini, fotografi jalanan mirip dengan genre yang lain, foto dokumentasi.

Tema

Tema yang menjadi ciri genre ini adalah kehidupan sehari-hari. Seringkali hasil karyanya seperti membosankan, tetapi itu adalah ciri khas yang akan selalu ditemukan pada genre ini karena memang genre ini mengedepankan apa yang dilihat dalam keseharian manusia.

Genre ini berusaha menampilkan keindahan dari kehidupan sehari-hari manusia yang rata-rata membosankan.

Fotografi Jalanan
Penjual Tuak

Pelopor Fotografi Jalanan

Kegiatan untuk memotret kehidupan di ruang publik sudah mulai dilakukan sejak abad ke-19 ketika Jacques Mande Daguerre mengambil foto jalanan dari jendela studinya.

Meskipun demikian, semua sepakat bahwa orang yang berhak mendapatkan gelar “Bapak Fotografi Jalanan” adalah Henri Cartier-Bresson. Ia-lah yang pada tahun 1950 mengeluarkan sebuah konsep yang bernama “decisive moment” atau momen kulminasi yang hingga kini terus bergaung di kalangan para penggemar genre ini.

Setelah itu lahir banyak sekali tokoh-tokoh yang mencuat namanya karena karya-karya mereka yang berintikan kehidupan di jalanan, seperti :

Bruce Gilden : Fotografer kontroversial yang merekam wajah-wajah orang asing yang ditemukannya di jalan. Ciri khasnya adalah ia memotret dalam jarak yang sangat dekat dengan obyek fotonya dan menggunakan flash atau lampu kilat.

Vivien Maier : seorang pengasuh anak yang di waktu senggangnya memotret emosi- di jalanan kota New York dengan kamera analognya. Hasil karyanya mencapai ratusan ribu foto dan 150.000 foto di antaranya masih dalam bentuk negatif film yang belum dicetak.

Silakan lihat hasil karyanya di sini .

Erik Kim :  Anak muda dari Amerika Serikat berdarah Korea ini merupakan salah satu fotografer jalanan andal yang berkeliling dunia untuk memberikan workshop di berbagai negara tentang fotografi jalanan.

Ia juga memberikan berbagai panduan dan tips tentang genre ini secara gratis di website-nya di sini (dalam bahasa Inggris).

Tips Fotografi Jalanan

Melakukan fotografi jalanan tidak lah sulit. Genre ini juga tidak memerlukan kamera khusus berharga mahal atau juga perlengkapan penunjang lainnya. Sebuah smartphone berkamera 5-10 MP (Megapixel) pun sudah cukup untuk melakukannya.

Ada beberapa tips , dari saya, salah seorang penggemar fotografi jalanan, bagi Anda bila memang ingin mencoba menekuni genre ini.

  1. Pelajari teknik dasar fotografi. Bagaimanapun sederhananya, genre ini tetap adalah bagian dari fotografi.  Memahami beberapa prinsip dasar fotografi seperti Rule of Thirds atau Aturan Sepertiga akan sangat membantu dalam menghasilkan foto yang baik.
  2. Jangan mencolok. Kehadiran orang asing dengan kamera besar di sebuah lingkungan bisa menimbulkan kecurigaan dan orang biasanya cenderung bersikap defensif dan tidak alami. Oleh karena itu, sebisa mungkin pakailah pakaian yang biasa saja. Ini juga alasan mengapa kamera smartphone adalah kamera yang terbaik bagi fotografi jalanan karena ukurannya yang kecil dan tidak mencolok.
  3. Belajar bergaul dan berkomunikasi. Sepertinya tidak berkaitan tetapi kebanyakan fotografer jalanan akan berhadapan dengan lingkungan yang mereka tidak kenal.  Untuk bisa meninjau situasi dan mencari obyek seringkali pendekatan harus dilakukan sehingga tidak menimbulkan kecurigaan dari orang-orang di sekitar. Berbaur sangat disarankan
  4. Kenali lingkungan.  Sebuah foto bukan hanya membutuhkan sebuah fokus atau subyek, ada bagian lain di dalamnya seperti background. Juga tingkah laku manusia di sebuah kawasan dengan kawasan lainnya berbeda. Oleh karena itu, pengenalan situasi dimana akan memotret harus dilakukan.  Dengan begitu, seorang fotografer jalanan bisa memilah mana tingkah laku yang akan menarik untuk difoto dan juga latar belakang serta elemen-elemen lain yang bisa dipergunakan.
  5. Bersabarlah.  Tidak semua tingkah laku manusia menarik untuk direkam. Seorang fotografer jalanan harus bersikap seperti singa atau pemburu di hutan, sabar menunggu sasaran dan momen.
  6. Selalu siap sedia. Ada alasan mengapa para fotografer jalanan gemar memakai mode auto dibandingkan mencoba setting sendiri. Waktu yang tersedia seringkali tidaklah banyak, mencoba mengatur settingan kamera sesuai yang diinginkan bisa berakibat kehilangan momen menarik. Itulah sebabnya biasanya fotografer jalanan akan membuat kameranya berada pada posisi yang selalu siap sedia.
  7. Pelajari pencahayaan alami.  Fotografer jalanan akan selalu berusaha seringkas mungkin dan tidak memancing perhatian. Oleh karena itu, mereka harus terbiasa memanfaatkan sesuatu yang ada, termasuk dalam pencahayaan. Tidak mungkin membawa lampu sorot dan penggunaan flash pun tidak disarankan. Satu-satunya cara adalah dengan memanfaatkan sumber cahaya yang ada, seperti sinar matahari. Perhatikan posisi matahari saat mengambil foto.
  8. Lakukan eksperimen. Jangan terpaku pada satu tempat atau satu teknik saja. Lakukan pemotretan dengan berbagai variasi baik dalam hal setting kamera, ataupun obyek foto, atau juga sudut pengambilan. Hal ini akan membantu menemukan yang terbaik.
  9. Pergunakan contnous shooting.  Jalanan penuh obyek yang bergerak. Jadi, kadangkala menggunakan teknik pengambilan foto secara terus menerus selama beberapa detik bisa menghasilkan foto yang menarik.
Fotografi Jalanan
Jembatan Penyeberangan Bogor

Fotografi jalanan merupakan genre yang lebih menyerupai sebuah seni dan jarang sekali dilakukan karena alasan uang.  Apa yang dijadikan obyek dan penekanan pada fotonya tergantung pada kriteria ideal menurut individu.

Ada yang menyukai untuk memotret sudut-sudut simetris bangunan. Ada yang gemar memperlihatkan ekspresi obyek. Ada yang menekankan pada interaksi antar manusia yang menjadi obyeknya.

Yang manapun sah-sah saja, selama dilakukan di tempat umum atau ruang publik.

Genre ini pun merupakan salah satu yang sangat demokratis karena semua orang bisa melakukannya, dengan kamera jenis apapun, dan dengan cara masing-masing.

Anda pun juga bisa. Bila Anda mau?

Berminat?

Gallery for Fotografi Jalanan : Menampilkan Keindahan Dari Keseharian

Gravatar Image
Seorang blogger seorang pecinta fotografi, seorang ayah, seorang anak, seorang suami seorang tetangga.. Cuma orang biasa yang gemar melihat dunia dari viewfinder kameranya