Hal Paling Sulit Saat Mengedit Foto

Hal Paling Sulit Saat Mengedit Foto

57 views

Secara teknis, mengedit foto bukanlah sebuah pekerjaan yang sulit untuk dilakukan.

Para pembuat aplikasi atau software jaman “now” sudah demikian pandainya dan kreatifnya untuk menciptakan perangkat lunak yang user friendly, ramah pengguna. Pengeditan foto yang di masa lalu memerlukan keahlian dan keterampilan khusus, sekarang bahkan bisa dilakukan oleh orang awam yang hanya paham memakai apa yang disediakan di kolom menu saja.

Tidak sulit. Bisa dikata sangat mudah.

Secara teknis.

Meskipun demikian tetap saja ada satu hal yang masih sangat sulit untuk dilakukan, bahkan dengan menggunakan Snapseed atau Adobe Photoshop dan berbagai perangkat pengubah citra lainnya.

Hal itu adalah tentang bagaimana mengedit foto agar menjadi “indah”, tetapi tanpa menjadikannya “terlalu indah”.

Masalahnya, manusia dimanapun adalah manusia. Mereka semua menyadari bahwa apa saja yang ada di dunia ini penuh dengan kekurangan. Tidak ada yang sempurna.

Ketika sebuah digital foto terlihat “terlalu indah”, sempurna, maka ia akan dianggap sebuah foto, ia hanya akan menjadi sebuah “digital image” saja. Tidak lagi sebuah foto.

Ketika sebuah foto menjadi terlalu sempurna, maka bukan kekaguman yang akan timbul, tetapi kecurigaan.

Kecurigaan bahwa foto tersebut bukan dihasilkan dari kemahiran menggunakan kamera, tetapi keterampilan menggunakan photo software editting, seperti Adobe Lightroom atau Photoshop.

Yang paling sulit saat mengedit foto

Disanalah seharusnya seorang fotografer harus bermain.

Mengedit foto tidaklah dilarang dan dianggap haram, tetapi kalau berlebihan, bisa jadi hal itu akan menjadi bumerang. Ia tidak akan dianggap sebagai fotografer handal, tetapi “digital artist”.

Seorang fotografer harus menemukan titik keseimbangan antara realita yang diwakili hasil kameranya dan ide-ide tentang kesempurnaan dan keindahan yang ada di kepalanya.

Kurang “edit”, hasilnya kurang enak dilihat. Berlebihan dalam mengedit, foto menjadi terlalu sempurna dan tidak realistis.

Dan, ternyata hal itu tidak mudah. Sulit sekali. Banyak yang terjebak pada sisi berlebihan. Seorang wanita yang sebenarnya “cantik” tetapi tidak “mulus” kulitnya, dalam foto dijadikan bak bidadari yang kulitnya mulus sekali tanpa cacat.

Yang seperti itu sebenarnya membangkitkan rasa curiga dari yang melihat. Karena, bagaimanapun mereka adalah manusia dan di alam bawah sadar setiap manusia, ada pengakuan bahwa “tidak ada yang sempurna” di dunia. Segala sesuatu pasti ada kekurangannya, termasuk foto model manapun.

Hal paling sulit saat mengedit foto 3

Itulah hal paling sulit dalam mengedit foto, menjaga keseimbangan antara realita dan “dunia ideal” yang penuh dengan kesempurnaan dalam foto. Terpeleset sedikit, bisa membuat sebuah foto yang dihasilkan dengan susah payah, memotret dan belasan jam mengedit, dianggap menjadi digital image saja.

Akan mengecewakan rasanya.

Saya termasuk yang masih sulit menyeimbangkan antara kedua hal itu. Saya lebih condong untuk menonjolkan sisi idealisme yang ada di kepala dan sering mengabaikan sisi realitanya.

Rasanya lebih enak melihat langit yang “sangat biru”. Padahal, pada kenyataannya birunya langit tidak akan sebiru langit pada foto. Walau tetap sama-sama biru.

Bagaimanapun saya tetap manusia yang penuh dengan kekurangan, termasuk dalam hal sederhana dan mudah, seperti mengedit foto.

Gallery for Hal Paling Sulit Saat Mengedit Foto

Gravatar Image
Seorang blogger seorang pecinta fotografi, seorang ayah, seorang anak, seorang suami seorang tetangga.. Cuma orang biasa yang gemar melihat dunia dari viewfinder kameranya