Istilah Post Processing Dalam Fotografi

Istilah Post Processing Dalam Fotografi

Pernahkah Anda menyadari kalau kebanyakan foto atau image yang ditampilkan di internet kebanyakan dilakukan setelah melalui post processing? Jarang sekali sebuah foto yang dilihat di masa sekarang adalah murni hasil dari sebuah kamera. Mayoritas sudah melalui proses tambahan agar fotonya terlihat bagus dan enak dilihat.

Sebenarnya apa sih post processing dalam fotografi?

Pada dasarnya, istilah post processing dalam fotografi mengacu pada proses tambahan yang dilakukan setelah sebuah foto/image keluar dari kamera. Di masa digital seperti sekarang hal itu dilakukan di komputer dengan menggunakan photo editting software (perangkat lunak pengedit citra/foto), seperti Adobe Photoshop, Photoscape, dan masih banyak lainnya.

Pada proses ini biasanya sebuah image akan di-edit/diperbaiki agar fotonya menjadi sesuai dengan apa yang diinginkan atau ide yang ada di kepala si fotografer.

Perbaikan bisa hanya dalam hal kecil saja, seperti meningkatkan kontras agar foto terlihat lebih jelas, atau brightness kalau foto dianggap terlalu gelap. Meskipun demikian, bisa juga editting dilakukan secara besar-besaran dalam semua hal, bahkan obyeknya pun diperbaiki agar lebih bagus dari aslinya.

Sebagai contoh sederhana, tentunya pernah mendengar yang namanya Camera 360, sebuah aplikasi di android. Aplikasi ini bahkan bisa membuat wajah hitam dan jerawatan dari seseorang menjadi putih mulus tanpa cacat. Ini bisa terjadi karena dalam aplikasi ini melakukan editting.

Prosesnya merubah image ini termasuk salah satu bentuk post processing dalam fotografi.

Kebiasaan ini pun sebenarnya mewarisi apa yang dilakukan di masa lalu. Bedanya, saat itu dilakukan secara manual, istilahnya mentusir dimana fotografer akan mencoba memodifikasi negatif film sebelum mencetaknya. Ansel Adams, salah satu fotografer terkenal dunia, sering merendam negatif film lebih lama untuk menghasilkan efek tertentu pada hasil cetak fotonya.

Masa sekarang, apa yang dilakukannya di kamar gelap bisa dikerjakan dengan menekan beberapa tombol saja dan dikerjakan di komputer.

Istilah Post Processing Dalam Fotografi 3

Meskipun demikian ada batasan dalam melakukan post processing dalam dunia fotografi. Perubahan tidak boleh menambahkan obyek lain yang tidak ada pada image aslinya. Kalau hal itu dilakukan maka hasil jadinya dimasukkan dalam kategori “digital image” dan bukan foto lagi.

Jadi, kalau Anda melihat sebuah foto dengan obyek yang sempurna, seperti wanita cantik dengan kulit sangat mulus, atau pemandangan yang “dreamy”, hampir pasti foto itu sudah melalui post processing “berat”. Banyak bagian dari foto aslinya yang sudah mengalami perubahan.

Salah satu contoh post processing bisa dilihat di artikel ini. Ada dua foto yang sama, tetapi tentunya Anda bisa melihat ada perbedaan antara keduanya. Saya melakukan post processing ringan pada salah satu fotonya. Silakan tebak yang mana.

Tolong Bantu Dishare Siapa Tahu Ada Yang Membutuhkan

admin

Seorang blogger seorang pecinta fotografi, seorang ayah, seorang anak, seorang suami seorang tetangga.. Cuma orang biasa yang gemar melihat dunia dari viewfinder kameranya