satu hal yang jangan dilakukan setelah membeli kamera

Jangan Lakukan Satu Hal Ini Setelah Membeli Kamera Baru

20 views

Satu hal kecil tetapi pada faktanya cenderung dilakukan siapapun yang baru saja membeli kamera baru. Kebanyakan dilakukan oleh mereka yang baru saja terjun ke dunia fotografi.

Sebenarnya sangat manusiawi sekali, tetapi, saran saya, jangan lakukan hal ini setelah membeli kamera baru. Kalau dilakukan, hal yang satu ini cenderung memberikan dampak buruk secara psikologis bagi yang melakukannya dan bahkan bisa mengurangi semangat menekuni fotografi.

Hal sederhana itu adalah BROWSING INTERNET TERUTAMA WEBSITE TENTANG KAMERA.

Kebanyakan orang melakukan hal ini dengan alasan :

  1. Untuk mengetahui apakah kameranya termasuk yang canggih
  2. Untuk menemukan apakah kameranya termasuk yang terbaik
  3. Untuk membandingkan apakah harga beli kameranya murah atau tidak

Suka atau tidak suka, manusia adalah makhluk yang kompetitif, ia selalu ingin menjadi yang terbaik dalam segala hal. Bahkan, dalam hal-hal kecil seperti ini pun ke-kompetitif-an manusia pun bisa terlihat.

Mengapa hal ini harus dihindari?

Cobalah perhatikan sedikit apa yang terjadi bila dilakukan.

Kamera yang baru saja dibeli sudah pasti akan ada yang melampaui

Setiap kamera akan punya kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu secanggih apapun sebuah kamera akan punya kekurangan.

Terkadang kekurangan pada kamera yang kita beli tidak ditemukan pada kamera jenis lain.

Pada saat itulah sering hadir rasa penyesalan mengapa kita tidak memberi kamera jenis tersebut.

Tidak ada yang namanya kamera yang sempurna dan terbaik. Sifat penilaian terhadap kamera lebih kepada cocok atau tidaknya, atau memenuhi atau tidaknya kebutuhan seseorang.

Jadi, sebuah kamera tidak akan pernah memenuhi 100% keinginan seorang fotografer.

Akan selalu ada yang lebih murah

Sudah pasti. Hukum dagang berlaku. Persaingan akan selalu ada dimanapun dan menurunkan harga atau menawarkan bonus agar kameranya dibeli sudah biasa dilakukan penjual dimanapun.

Melakukan browsing internet dan berkunjung ke website atau blog tentang kamera, apalagi toko online, hanya memastikan perasaan bahwa kamera yang kita beli terlalu mahal timbul di hati.

Sesuatu yang akan terasa sangat menyebalkan dan membuat diri kita seperti “tertipu”.

Hal kecil ini cenderung menimbulkan rasa tidak enak, bisa minder, bisa merasa kesal kepada penjual. Ujungnya selama beberapa hari bisa dipastikan kita akan merasa ada ganjalan di hati.

Cukup lama waktu yang diperlukan sampai pada akhirnya kita bisa menerima keadaan.

Satu-satunya yang harus dilakukan setelah membeli kamera baru adalah membaca buku manual dan kemudian mencoba kamera tersebut.

Itu saja. Hal itu lebih bermanfaat.

Tidak ada kamera yang sempurna itu adalah sebuah fakta. Tidak ada juga kamera yang bisa memenuhi kemauan kita, itu juga tidak terbantahkan. Jadi, untuk apa merenungi dan membanding-bandingkan apa yang sudah dibeli dengan apa yang dimiliki orang lain.

Perbuatan seperti itu sama sekali tidak bermanfaat dan membantu kita mencapai tujuan menjadi fotografer yang baik. Perasaan kesal bin bete justru menghambat dan mengalihkan fokus kita untuk menghasilkan foto yang baik.

Lalu untuk apa dilakukan? Kebanyakan orang melakukannya hanya untuk memuaskan ego saja. Ego bahwa dirinya sudah menemukan yang terbaik dengan harga yang termurah, padahal hal itu sebenarnya tidak ada.

Jadi, kawan pembaca. Setelah membeli kamera baru, jenis apapun, lupakan saja harganya dan tidak perlu membandingkan. Ambil kamera itu dan keluarlah dari rumah.

Jepretlah beberapa atau banyak foto dan mulai pelajari fitur dan segera beradaptasilah dengan kamera yang akan menemani hunting foto itu.