Kamera Terbaik Untuk Belajar Fotografi

Adakah Kamera Terbaik Untuk Belajar Fotografi ?

4 views

Ada dan Tiada.

Kalau saya memang boleh mewakili pertanyaan sejenis yang banyak diajukan tentang kamera terbaik untuk belajar fotografi, maka itulah jawaban saya.

Tidak jelas, ya.

Kenyataannya memang begitu. Konsep “belajar” adalah sesuatu tentang melatih manusia untuk menguasai suatu hal atau mendapatkan keahlian. Titik beratnya selalu tentang manusia.

Alat tetap penting untuk membuat proses belajar berjalan dengan baik, tetapi jenis alat yang dipergunakan tidaklah sesuatu yang kritikal.

Apalagi dalam hal fotografi yang bisa dikata menekankan lebih pada “manusia” dibandingkan dengan alat, maka peran modern atau tidaknya sebuah alat menjadi tidak begitu relevan dan memegang peranan penting.

Mengapa modern atau tidaknya alat menjadi kurang penting dalam belajar fotografi?

Bukankah sejarah fotografi sendiri memberikan bukti tentang itu?

Perhatikan saja bahwa banyak sekali foto hasil karya para fotografer di masa lalu hingga saat ini tetap bertahan dan tak henti memukau orang saat melihatnya?

Padahal, kalau dipikirkan ulang teknologi kamera di masa lalu bisa dikata jauh lebih kuno dibandingkan bahkan di masa sekarang. Bahkan, dibandingkan kamera smartphone Samsung Galaxy S6 saja, apa yang ada di kamera tahun 1900-1950-an tidak akan bisa menandingi.

Lalu, mengapa hasilnya ternyata masih tetap bertahan dan tak henti mengundang decak kagum di masa sekarang? Mengapa para fotografer di masa lalu bisa “mengalahkan” mereka yang memegang kamera yang lebih modern?

Jawabannya terletak pada “manusia” yang berada di belakang kameranya. Bukan tentang kamera.

Itulah fotografi.

Kamera Pertama Henri Cartier Bresson - Leica
Kamera Pertama Henri Cartier Bresson – Leica (Sumber : Flickr)

Kamera Terbaik Untuk Belajar Fotografi itu Ada dan Tiada

Tergantung sudut pandang yang dipergunakan.

Terbaik adalah kata yang membutuhkan perbandingan. Untuk menemukannya , seseorang harus mau mencoba segala jenis kamera yang ada di dunia dan kemudian memutuskan mana yang paling unggul di atas semua itu.

Sesuatu yang tidak akan mungkin dilakukan karena tidak mungkin mencoba semua kamera yang pernah diproduksi untuk dibandingkan. Terutama dengan kecenderungan dewasa ini bahwa sebuah pabrikan akan mengeluarkan kamera model baru setiap tahun atau dua tahun sekali.

Hasilnya kata terbaik itu pun harus dicek ulang setiap model baru keluar.

Itulah mengapa tidak ada yang namanya kamera terbaik, karena memang tidak mungkin membandingkan berbagai kamera. Kata ini lebih condong pada trik marketing untuk mengundang pembeli dibandingkan berbicara tentang realita.

Tetapi, kamera terbaik itu juga ADA.

Untuk menghasilkan sebuah foto yang baik dan bagus, cocok tidaknya sebuah kamera bagi sang fotografer terkadang menentukan. Hubungan antara kamera dan fotografer mirip seperti suami dan istri, kalau si fotografer merasa nyaman, maka ia akan bisa mengeluarkan seluruh kemampuannya.

Jadi, bisa dikata cocok-cocokan.

Kalau sebuah kamera bisa membuat seorang fotografer mengeluarkan yang terbaik dari diri sang fotografer, berarti itulah kamera terbaik bagi dirinya.

Filosofis memang, tetapi bukankah memang demikian adanya.

Kamera Terbaik Untuk Belajar Fotografi

Apa Saja Sih Yang Harus Dipelajari Dalam Fotografi ?

Oke-lah. Sudah pasti jawaban filosofis tidak akan memuaskan hasrat seorang yang ingin memdapatkan kamera “terbaik”.

Mungkin lebih baik sedikit dijabarkan dulu apa saja sih yang harus dipelajari dalam fotografi? Dengan begitu bisa ditentukan kamera yang mana yang bisa membantu dalam proses belajarnya sehingga hasilnya bisa maksimal.

Berdasarkan pengalaman pribadi, saya melihat beberapa hal yang sangat penting dan menentukan. Tidak akan menuruti teori karena kebetulan hal ini dipelajari secara otodidak.

Obyek atau Subyek

Obyek bagi lensa kamera yang dipergunakan dan Subyek pada foto yang dihasilkan.

Obyek/Subyek adalah pemeran utama dalam sebuah foto. Ia berperan menyampaikan ide yang ingin disampaikan oleh sang pemegang kamera kepada yang melihat.

Penempatannya dalam sebuah foto adalah vital. Begitu juga dengan membuatnya menjadi menonjol dan menimbulkan efek dramatis.

Oleh karena itu pemahaman tentang bagaimana meletakkan posisi obyek bin subyek dalam sebuah foto sangat vital dan penting.

Background (Latar Belakang)

Obyek foto cantik, sexy, tetapi latar belakangnya tempat sampah dan tidak enak dilihat. Hasilnya, besar kemungkinan bikin orang mengernyitkan dahi karena merasa aneh atau tidak suka.

Sebuah background atau latar belakang adalah unsur yang tidak kalah penting dari obyek/subyek tadi. Mereka harus berpadu dengan baik dan berkolaborasi menghasilkan sebuah foto yang bisa meninggalkan kesan.

Oleh karena itu mempelajarinya dan melatih diri peka terhadap background adalah keharusan bagi seorang fotografer. Tergantung tujuannya memotret,  kalau perlu seorang fotografer pun harus bisa membuat latar belakang yang mendukung.

Ide

A picture is worth a thousand words

Itu pepatah orang bule. Sebuah gambar atau foto bisa bermakna seribu kata.

Target seorang fotografer haruslah menghasilkan sebuah foto yang bisa menyampaikan ide yang ada di kepalanya dalam bentuk foto. Ide ini harus disampaikan secara singkat dalam sebuah foto dan bukan 1000 kata.

Komposisi Warna

Warna sangat berpengaruh bagi manusia. Hal itu sudah terbukti dengan baik dalam kehidupan.

Warna merah cenderung mengundang gairah. Warna hijau memberikan perasaan teduh dan tenang.

Memadukan warna dalam sebuah foto bisa membantu menonjolkan subyek pada foto dan mengundang mata yang melihat.

Komposisi Ruang

Tidak enak melihat sebuah foto dengan horizon yang miring. Seberapapun bagusnya ide, tetapi kalau untuk melihatnya harus memiringkan kepala, rasanya tentu tidak nyaman.

Apalagi kalau ternyata subyeknya terlalu kecil atau terlalu besar tanpa fokus yang jelas.

Penguasaan ruang.

Membuat sesuatu sebagaimana umumnya terlihat atau sebagaimana orang ingin melihat adalah penunjang yang tidak boleh dilupakan. Membuatnya menjadi seimbang.

Kamera Terbaik Untuk Belajar Fotografi
Pantai Nusa Dua, Bali

Jadi, Yang Mana Kamera Terbaik untuk Belajar Fotografi?

Setelah mengetahui apa yang penting dalam fotografi, saatnya mencari kamera yang bisa memenuhi semua itu.

  • Apakah kamera berharga 100 juta bisa? Jelas lah.
  • Apakah kamera berharga 10 juta bisa? Bisa juga.
  • Apakah kamera berharga 5 juta bisa? Mengapa tidak
  • Apakah kamera saku (compact camera) bisa) ? Rasanya bisa.
  • Apakah kamera smartphone bisa? Kalau cuma itu sih pasti bisa.

Lha kok semua bisa?

Ya bisa. Kenapa tidak? Semua hal penting dalam fotografi sangat terkait dengan melatih kepekaan manusia dalam menuangkan ide ke dalam sebuah foto.

Ingat tentang definisi fotografi yang menyebutkan fotografi adalah seni melukis dengan cahaya.

Seorang pelukis akan mengandalkan daya kreasi dalam dirinya dibandingkan jenis media dimana ia melukis. Mau pakai kanvas jelek atau dinding tembok sekalipun tidak akan menjadi masalah baginya.

Yang penting bagi dirinya adalah mengekspresikan dirinya dalam media yang dipakainya.

Oleh karena itu, penekanan fotografi bukanlah pada alat yang dipergunakan. Fotografi , sama dengan melukis karena sangat erat kaitannya, adalah tentang mengembangkan dan menemukan cara mengekspresikan diri sendiri ke dalam kanvas bernama foto itu.

Kamera, bagi seorang footografer adalah sama dengan kuas, kanwas, dan cat bagi seorang pelukis. Membantu, tetapi tidak menentukan.

Jadi, bagi saya, jika disuruh menemukan kamera terbaik untuk belajar foto, maka saya akan memilih lebih banyak pada sisi

  • Terjangkau oleh kantung atau tidak
  • Punya spesifikasi yang¬† cukup (10 mega pixel sudah cukup)

Setidaknya saya memiliki kamera yang operasional dan bisa membantu proses belajar. Akan ada keterbatasan, tetapi bukankah setiap kamera tetap ada keterbatasan dan tugas fotografer adalah menghasilkan sesuatu dalam keterbatasan.

Tentu, pada saat dimana saat pengetahuan dan keahlian sudah meningkat kamera-kamera awal ini akan terasa sudah terlalu mengekang.

Pada saat itulah, saya akan menimbang kembali kemampuan dompet dan tujuan dari apa makna fotografi bagi saya. Apakah untuk mencari uang? Mendapatkan like di Facebook atau Instagram dan sejenisnya? Barulah kemudian saya akan mencari kamera yang baru yang bisa memenuhi target baru yang lebih dari sekedar belajar fotografi.

Tetapi, karena berlatih adalah sebuah proses yang tidak berhenti, maka kamera-kamera yang lama pun akan tetap bisa dimanfaatkan untuk tujuan berlatih.

Itulah sekedar pandangan tentang kamera terbaik untuk belajar fotografi.

Gallery for Adakah Kamera Terbaik Untuk Belajar Fotografi ?