Membaca Buku Manual Kamera – Langkah Awal Menjadi Fotografer Yang Baik

Membaca Buku Manual Kamera - Langkah Awal Menjadi Fotografer Yang Baik A

Bukan berkelana di internet dan mencari berbagai tips dan trik menghasilkan bokeh atau berbagai teknik memotret. Bukan. Sama sekali bukan itu. Langkah awal terbaik untuk menjadi fotografer yang baik adalah dengan membaca buku manual kamera.

Jenis apapun. Mau Nikon, Canon, Pentax, Olympus, atau Fuji, langkah awal yang sangat penting adalah membaca berbagai instruksi yang tertulis di dalam buku panduan yang biasanya menyertai setiap kamera.

Terdengar lucu dan tidak masuk akal memang. Mayoritas dari kita biasanya menganggap buku manual atau panduan kamera hanyalah sebagai aksesoris pelengkap yang ada di dalam kardus kamera yang dibeli.

Biasanya yang dilakukan hanyalah mencari bagian-bagian yang dianggap “penting” seperti bagaimana menyalakan kamera, memasang baterai, fungsi-fungsi tombol utama seperti kode AV (Aperture Priority), TV (Shutter Priority), atau beberapa tombol yang sering disebutkan oleh mereka-mereka, para “pakar” fotografi. Tujuan tidak membaca secara keseluruhan buku tersebut adalah agar kita bisa segera “bermain” fotografer dan menghasilkan foto.

Padahal, hal tersebut bisa dikatakan sebagai sesuatu yang keliru. Hal ini bahkan diakui oleh banyak pakar fotografi yang benar-benar sudah ahli dalam bidangnya dan bukan sekedar orang yang merasa dirinya pakar.

Buku manual kamera bukanlah aksesoris.

Justru buku seperti inilah yang menentukan dasar yang akan menjadi kunci bagi kemajuan seseorang di dalam dunia fotografi.

Analoginya begini.

Bayangkan Anda ingin menjadi seorang pereli handal dan merasa yakin akan bisa menaklukkan medan berat sebuah lomba. Anda mengenali daerahnya karena tinggal di kawasan tersebut. Anda tahu rute-rutenya. Anda punya stamina yang tinggi dan keteguhan mental menghadapi tantangan.

Tetapi, Anda kemudian diberikan sebuah mobil yang belum pernah Anda pergunakan. Anda tidak paham apakah mobil itu bisa melintasi medan berlumpur atau tidak. Anda tidak tahu kapasitas tangki bensinnya. Anda tidak tahu konsumsi bahan bakar per-kilometer mobil itu.

Lalu, bisakah Anda menjadi seorang pereli yang baik?

Jawabannya TIDAK.

Apa Beda Fotografer dan Tukang Foto Ego Manusialah Yang Membuatnya Berbeda

Bahkan kemungkinan besar Anda akan terhenti di tengah jalan karena kehabisan bahan bakar karena tidak tahu dan tidak bisa berhitung tentang bensin yang masih tersedia di tangkinya.

Hal itu bisa terjadi karena Anda TIDAK MENGENALI alat yang dipergunakan untuk mencapai tujuan.

Begitu juga dalam fotografi. Kamera adalah alat utama yang harus dikenali. Bagaimana bisa menghasilkan foto yang baik ketika Anda tidak tahu cara memotret dengan format RAW, atau tidak mengerti cara mengatur setting White Balance, atau tidak tahu membaca Histogram. Padahal, hal-hal itu akan sangat penting dalam mengembangkan kreatifitas yang sangat diperlukan dalam dunia fotografi.

Dengan membaca buku manual, Anda akan diajak masuk dan berkenalan dengan peralatan yang akan menjadi alat utama dalam dunia fotografi, yaitu kamera. Anda akan diperkenalkan dengan kelebihan dan kekurangan dari alat itu.

Buku manual kamera adalah cara terbaik untuk mengakrabkan diri dengan kamera Anda.

Memang tidak menyenangkan kalau harus membaca lebih dari 300 halaman yang berisi penjelasan teknis cara mengoperasikan kamera. Rasanya seperti membaca buku pelajaran teori Bahasa Indonesia saat di SD atau SMP, membosankan. Tidak semenarik membaca penjelasan teknik cara membuat bokeh atau siluet. Tidak keren.

Belum lagi kalau buku panduannya berbahasa asing yang tidak begitu kita kuasai. Rasanya tambah malas saja.

Tetapi, hal itu harus dilakukan.

lensa kit 18-55 Tidak Seremeh Seperti Yang Banyak Dikatakan Orang

Tanpa itu Anda hanya akan mengenal sebagian kecil saja kemampuan yang dimiliki kamera yang Anda miliki. Sayang. Banyak sekali fitur yang sebenarnya bisa mengembangkan kemampuan memotret dan menghasilkan foto yang baik atau unik yang akan terlewat kalau tidak membacanya.

Apalagi kebanyakan buku manual kamera sekarang pun juga diperlengkapi berbagai tips tentang memotret (dengan kamera tersebut) yang baik. Contohnya cara menghasilkan latar belakang blur pun sudah dijelaskan pada buku panduannya. Tanpa perlu bersusah payah mencari di internet pun, Anda bisa menemukan caranya dalam buku manual kamera.

Tambahkan juga berbagai permasalahan umum yang biasa ditemukan saat memotret juga dijabarkan dalam bahasa singkat dan jelas.

Itulah mengapa membaca buku manual kamera haruslah dilakukan oleh setiap orang yang berniat menjadi fotografer yang baik. Buku itu akan :

  1. Mengenalkan Anda pada kamera yang akan dipakai
  2. Memberikan pengetahuan dasar tentang cara memotret yang baik
  3. Memberi informasi memanfaatkan fitur-fitur yang ada untuk mengembangkan ide dan kreatifitas

Bukan aksesori. Buku Manual Kamera bukanlah pelengkap penderita yang hanya bisa disimpan.

Buku ini justru kunci dasar untuk kemajuan seorang fotografer.

Itulah yang saya rasakan dulu, ketika pertama kali membeli kamera dan menghabiskan entah berapa puluh atau ratus jam menemukan sesuatu yang sebenarnya sudah tercantum dengan jelas pada buku manual.

Sesuatu yang membuat saya kapok karena mengabaikannya. Sesuatu yang tidak lagi saya ulangi saat membeli kamera berikutnya. Dan, ternyata rasanya hasilnya membuat hasil foto saya menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda membaca buku manual kamera Anda? Kalau belum atau lupa, lakukan segera dan Anda akan menemukan apa yang saya katakan di atas.

 

Tolong Bantu Dishare Siapa Tahu Ada Yang Membutuhkan

admin

Seorang blogger seorang pecinta fotografi, seorang ayah, seorang anak, seorang suami seorang tetangga.. Cuma orang biasa yang gemar melihat dunia dari viewfinder kameranya