Membeli Kamera Secara Online Ternyata Cukup Aman

Membeli Kamera Secara Online Ternyata Aman Juga
Foto dari Pexels.com (Ilustrasi saja)

Harus diakui, walaupun saya cukup akrab dengan dunia teknologi, terkadan pola pikir saya cukup kuno. Bisa dikata jarang sekali saya melakukan pembelian barang secara online, baik via Lazada ataupun Tokopedia. Salah satu alasannya adalah soal keamanan. Itulah alasan saya dulu lebih suka pergi langsung ke toko daripada membeli kamera secara online.

Tentunya, saya tidak mau uang yang dikumpulkan dengan jerih payah melayang hanya karena ditipu penjual. Jadilah, saya agak phobia. Kalaupun melakukan harus membeli sesuatu lewat internet, maka nilainya biasanya yang kecil-kecil saja, jadi kalau ada apa-apa, tidak merasa terlalu rugi.

Tetapi, pandangan ini berubah beberapa bulan terakhir. Saya memerlukan pengganti kamera lama Fujifilm Finepix HS 35EXR yang rusak dan di Bogor sulit sekali menemukan servis centernya atau yang bisa mereparasinya.

Jenis kamera yang dituju adalah Canon EOS 700D. Inginnya sih yang full frame, tetapi setelah mempertimbangkan tujuan penggunaan dan budget yang tersedia, jatuhlah pilihan pada si RebelT5i.

Setelah melakukan beberapa kali survey di pusat komputer/kamera terdekat, ternyata harganya jauh lebih tinggi daripada harga yang dipasang di beberapa toko online. Lumayan juga selisihnya hingga 400-500 ribu.

Hal ini mengingatkan saya pada pengalaman buruk sebelum ini, yaitu ketika membeli si Fuji Finepix. Saat itu dengan pengetahuan yang masih minim soal dunia kamera, saya adalah sasaran yang empuk buat penjual. Niatnya membeli Canon 1100D, penjualnya berhasil menggiring saya untuk membeli si Finepix.

Tidak masalah sebenarnya. Sayangnya, pada saat bersamaan, ia yang mengetahui awamnya saya di dunia kamera, juga memberikan harga yang luar biasa tinggi di atas harga sebenarnya. Dan, saya membelinya.

Kameranya sih tidak masalah. Hanya rasa dibodohi penjual membuat tidak nyaman sampai beberapa lama. Walau pada akhirnya hilang, saya belajar banyak hal dari kasus ini.

Jadi, kali ini saya memutuskan untuk mencoba membeli kamera secara online, cara yang berbeda dengan sebelumnya. Memang ada rasa khawatir karena banyak sekali tulisan yang mengatakan banyak yang kurang jujur di internet, tetapi pengalaman menunjukkan bahwa di toko kamera dunia nyata pun, ada penjual yang akan memangsa pembeli yang kurang pengetahuan, sama saja.

Terlebih selisih harga dan paket yang ditawarkan di Lazada sangat OK-lah.

Untuk meminimalkan kemungkinan terjadi masalah, yang saya lakukan adalah :

  1. Membaca review setiap penjual yang diberikan pembeli lain
  2. Memilih yang memiliki bintang paling banyak
  3. Memilih pembayaran secara cicilan, agar kalau ada masalah, maka waktu masih panjang untuk melakukan negosiasi dengan penjual dan saat bersamaan pembayaran bisa ditunda

Ternyata, rupanya ketakutan dan kekhawatiran saya tidak beralasan. Setelah prosedur pembelian dilakukan, hanya dalam beberapa hari saja kamera yang dibeli sudah tiba dalam kemasan yang rapi dan terbungkus.

Pengalaman berikutnya juga saat membeli lensa fix 50 mm di toko online yang berbeda, Tokopedia. Pesanan dilakukan pada hari Minggu dan hari Selasa barang sudah diterima dengan baik. Tidak kurang satu apapun. Harganya juga bersaing banget.

Jadi, rasanya saya sudah tidak terlalu phobia lagi untuk membeli kamera dan aksesorinya secara online. Pengalaman membuktikan kalau penjual jujur pun ada dimana saja, termasuk di dunia maya. Memang, dimanapun sama saja, pasti ada yang curang, tetapi pasti juga ada yang jujur.

Hanya, yang perlu dilakukan adalah melakukan beberapa langkah antisipasi karena kemungkinan selalu ada.

Iya nggak?

Tolong Bantu Dishare Siapa Tahu Ada Yang Membutuhkan

admin

Seorang blogger seorang pecinta fotografi, seorang ayah, seorang anak, seorang suami seorang tetangga.. Cuma orang biasa yang gemar melihat dunia dari viewfinder kameranya