Memotret Di Jalanan Berhenti Pada Satu Titik atau Terus Berjalan

Memotret di Jalanan : Berhenti di Satu Titik Lebih Menguntungkan

24 views

Berhenti di satu titik danmenanti atau terus berkeliling. Dilema yang selalu dihadapi saat memotret di jalanan. Cobalah tanyakan kepada para penggemar fotografi jalanan, pastilah mereka akan membenarkan adanya dilema tersebut saat hunting foto.

Tidak berbeda dengan pemburu di hutan, seorang fotografer jalanan harus mampu menentukan cara yang tepat agar mereka bisa mendapatkan “buruannya”, yaitu sebuah foto yang enak dilihat. Kurang tepat memandang situasi bisa berarti pulang dengan tangan kosong atau memory kamera penuh dengan foto-foto yang tidak enak dilihat.

Kedua cara memang memiliki kekurangan dan kelebihan sendiri.

Berdiam di satu titik tertentu memiliki kelebihan dimana sang fotografer bisa menelaah dan mempelajari situasi di titik tersebut. Ia bisa menentukan angle terbaik yang paling potensial menghasilkan foto yang enak dilihat. Ia bisa menetapkan latar belakang atau background yang paling bagus bagi fotonya.

Setting kamera pun dapat dipersiapkan untuk menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Berapa besaran aperture yang cocok. Berapa cepat shutter yang dibutuhkan.

Yang paling penting, ia bisa mematangkan ide foto yang akan dibuat berdasarkan apa yang tersedia di titik yang dipilihnya.

Sayangnya, ada satu hal yang akan tergantung pada nasib. Obyek fotonya tidak bisa dicari, ia hanya bisa menunggu nasib. Menunggu.

Sesuatu yang sebenarnya kurang menyenangkan.

Sebaliknya, ketika cara yang dipilihnya adalah terus berjalan berkeliling, masalah obyek foto bukanlah masalah. Ketersediaan obyek jauh lebih banyak karena ia akan menemukan lebih banyak orang, benda, kendaraan, dan sejenisnya  saat ia berkeliling.

Masalah utamanya adalah ia memiliki waktu lebih singkat untuk menentukan dan mengatur setting kamera dan hal-hal lainnya. Ia juga bisa dikata tidak memiliki waktu yang lama untuk memutuskan apakah harus menekan shutter atau tidak.

Semuanya harus dilakukan dalam waktu singkat.

Memotret di Jalanan Berhenti di Satu Tittik Lebih Menguntungkan

Yang mana yang harus dipilih antara keduanya? Yah, tidak ada kata pasti dalam fotografi. Tidak ada yang lebih baik dan buruk, itu tergantung karakter sang pemotret sendiri.

Seorang yang tidak sabaran menunggu mungkin akan lebih cocok untuk terus berjalan sambil mencari. Sebaliknya, fotografer yang cepat capek akan lebih cocok menunggu.

Kalau saya dihadapkan pada dilema ini, maka pilihan saya sudah pasti.

Gabungan keduanya.

Karena kenyataannya setiap memotret di jalanan, saya melakukan keduanya dan bukan hanya satu. Walau, harus diakui lebih berat ke arah “berhenti di satu titik”.

Biasanya, saya melakukan

  1. Penentuan lokasi yang akan dijadikan target : Penting dilakukan agar tidak terlalu luas yang harus dijelajahi karena hasilnya malah hanya berjalan-jalan saja tanpa tujuan di atas kendaraan
  2. Berjalan berkeliling di lokasi tersebut : Tujuannya untuk mencari titik dimana latar belakang, sumber cahaya, leading line, paling potensial untuk menghasilkan foto. Selama berkeliling itu kalau ada yang menarik, ya saya foto  Bagaimanapun kalau ada sesuatu yang menarik, tidak ada salahnya mencoba mendapatkan foto disana
  3. Setelah menemukan titik, barulah saya menunggu dan menanti di titik tersebut selama beberapa waktu. Biasanya antara 30 menit sampai satu jam.
  4. Kalau tidak ada yang menarik, maka saya akan berpindah ke titik lainnya yang juga potensial.

Terus begitu sampai saya capek dan kehabisan tenaga untuk memotret.

Betul kan kedua cara dilakukan? Berkeliling juga. Diam di satu titik tertentu juga.

Tetapi, memang bagian yang paling sering menghasilkan foto yang lebih baik adalah cara diam dan menunggu di titik tertentu. Tidak banyak tenaga dan foto yang dibuang.

Wajar saja karena kita bisa mempersiapkan diri lebih baik dibandingkan cara berkeliling terus.

Sedangkan kebanyakan foto yang dihasilkan saat jalan berkeliling akhirnya didelete karena sesampainya di rumah dan melakukan “KILL THE BABIES“.

Jadi, kalau bicara hasil, berhenti dan menunggu lebih berpeluang besar dalam menghasilkan foto yang bagus. Lebih mnguntungkan.

Tidak seratus persen yah. Juga tidak berlaku untuk semua orang karena fotografer biasanya punya cara masing-masing. Hanya berdasarkan pengalaman melakukan keduanya selama beberapa tahun saja.

Bagaimana dengan Anda? Cara mana yang Anda pakai?

 

Gallery for Memotret di Jalanan : Berhenti di Satu Titik Lebih Menguntungkan

Gravatar Image
Seorang blogger seorang pecinta fotografi, seorang ayah, seorang anak, seorang suami seorang tetangga.. Cuma orang biasa yang gemar melihat dunia dari viewfinder kameranya