Memotretlah Dari Jarak Dekat – Kata Robert Capa

Memotretlah Dari Jarak Dekat - Kata Robert Capa

Memotretlah dari jarak dekat, begitu kata Robert Capa, seorang fotografer terkenal kelahiran Hungaria kalau melihat apa yang dikatakannya, yaitu

IF YOUR PICTURES AREN’T GOOD ENOUGH, YOU’RE NOT CLOSE ENOUGH

Artinya, ” Jika foto Anda tidak cukup bagus, Anda tidak cukup dekat”.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan seorang fotografer perang yang terkenal karena salah satu fotonya “The Falling Soldier” menggambarkan seorang prajurit yang “sedang” tertembak jatuh dalam Perang Saudara di Spanyol tahun 1936 dari jarak dekat.

Sebuah foto yang begitu fenomenal dan masih menjadi bahan perdebatan panjang di masa sekarang dengan satu pertanyaan kunci “Apakah benar foto itu menggambarkan kejadian sebenarnya? Ataukah sudah diatur?”

Pernyataan Capa sendiri memang ada benarnya, terutama bagi mereka yang banyak bergelut di jalanan sebagai bagian dari legiun “street photographer” alias fotografer jalanan.

Sangat sulit untuk memotret dari jarak dekat dengan obyek. Ada ketakutan bahwa sang obyek akan merasa terganggu dan kemudian menjadi marah kepada pemotretnya. Ada kekhawatiran bahwa hal itu memasuki batas wilayah pribadi seseorang yang bisa berakibat pelaporan kepada yang berwenang. Dan, yang pasti juga ada rasa malu untuk melakukannya.

Oleh karena itu, kebanyakan fotografer jalanan umum akan mengandalkan pada lensa zoom. Bahkan ada prinsip, semakin panjang lensanya semakin baik karena bisa memotret secara “candid” tersembunyi. Dengan begitu, sang fotografer bisa mendapatkan foto tanpa harus “mengganggu” obyeknya.

Jika gambar anda tidak cukup baik, anda tidak cukup dekat

Pernyataan Robert Capa sendiri memang banyak benarnya. Ada gap antara foto yang dihasilkan dari jarak dekat dengan yang dipotret secara candid/sembunyi-sembunyi.

Unsur emosi pada foto yang dipotret dengan lensa fix/wide lens lebih terasa dibandingkan yang dipotret dari jarak jauh. Nuansa keterikatan antara pemotret dengan obyeknya, pemburu dengan buruannya akan terasa jelas kalau jaraknya tidak jauh.

Itulah mengapa Bruce Gilden gemar memotret dari jarak yang sangat dekat, sekitar 0.7 meter saja dari obyeknya. Ia ingin terlibat secara “emosional” dengan obyeknya.

Bukan hal yang mudah untuk memotret dari jarak dekat dalam fotografi jalanan. Berbeda tentunya dengan kalau memotret model atau orang yang sudah dikenal. Tidak ada nuansa yang bisa memacu adrenalin, tetapi kalau dilakukan dengan orang yang tidak dikenal, maka akan terasa bedanya. Akan terasa aliran darah yang terasa naik secara cepat, terutama kalau sang obyek menyadari dirinya akan dijadikan sasaran kamera.

Butuh banyak latihan dan pembiasaan untuk bisa melakukannya dengan tenang. Tetapi, apa yang dikatakan sang fotografer perang itu memang banyak benarnya, memotret dari jarak dekat akan menghasilkan sebuah foto yang terasa lebih mengikat yang melihat dibandingkan yang diambil dari jarak jauh.

Tolong Bantu Dishare Siapa Tahu Ada Yang Membutuhkan

admin

Seorang blogger seorang pecinta fotografi, seorang ayah, seorang anak, seorang suami seorang tetangga.. Cuma orang biasa yang gemar melihat dunia dari viewfinder kameranya