Mengenal Lensa Prime atau Lensa Prima Samakah dengan Lensa Fixed

Mengenal Lensa Prime atau Lensa Prima? Apakah Sama Dengan Lensa Fixed?

11 views

Campur aduk, memang. Istilah yang banyak dipergunakan dalam fotografi Indonesia akan membuat para ahli bahasa Indonesia mengerutkan kening. Mudah-mudahan J.S. Badudu tidak akan bangkit dari kuburnya karena itu. Lensa Prime dalam bahasa Indonesia seharusnya diterjemahkan sebagai “Lensa Prima” atau “Lensa Premium”.

Tetapi, itulah istilah yang kerap dipergunakan dalam dunia fotografi untuk merujuk pada sebuah jenis lensa. Suka atau tidak suka harus diterima.

Apa itu Lensa Prime atau Lensa Prima (atau Lensa Premium)

Lensa Prime, atau lensa prima adalah sebuah “keluarga” jenis lensa yang dibuat untuk melakukan sesuatu yang bersifat “khusus” dan “spesifik”. Oleh karena itu, biasanya lensa-lensa dari keluarga ini memiliki spesifikasi tertentu yang diperlukan untuk mencapai hasil “khusus” tersebut (atau setidaknya ditekankan untuk itu).

Sebagai contoh, seorang fotografer yang tentunya sangat memerlukan “bokeh” yang creamy untuk memperindah hasil fotonya, akan mengandalkan pada lensa prime 50mm f/1.8 atau f/1.4. Kedua lensa ini, dengan aperture yang besar akan membuatnya bisa menghasilkan blur yang indah (wlaau tetap tergantung kemampuan fotografernya)

Apakah Lensa Prime = Lensa Fixed?

mengenal lensa prime atau lensa prima samakah dengan lensa fixed

Lensa Prime akan memiliki beberapa ciri, seperti

  • Focal Length Tetap, seperti contoh 50 mm, 100 mm, 35 mm, dan sebagainya
  • Aperture Tetap f/1.4,f/1.8,f/2.8, dan sebagainya

Berbeda dengan lensa zoom dimana focal length dan aperture memiliki rentang yang memungkinkan fotografer memilih sesuai situasi dan keinginannya, lensa prime tidak menyediakan itu.

Seperti contoh, lensa zoom standar seperti 18-55mm f/3.5-5.6 saja memiliki rentang focal length antara 18 mm (terlebar) dan 55 mm (tersempit). Begitu pula dengan opsi aperture yang berada di antara f/3.5 (terbesar) dan f/5.6 (terkecil). Bandingkan dengan lensa fixed 50 mm f/1.8 yang hanya memiliki satu focal length dan satu aperture saja.

Semuanya bersifat “tetap”. Dalam bahasa Inggris kata “tetap” dalam hal ini namanya “fixed”. Jadi, dengan kata lain lensa prime disebut juga dengan lensa “fixed”. Lagi lagi melahirkan sebuah istilah yang campur aduk (bahasa Indonesia + bahasa Inggris).

Pro dan Kontra Penggunaan Lensa Prime atau Lensa Fixed

Sudah biasa. Dimanapun akan selalu ada. Akan sangat aneh justru jika pro dan kontra tidak ditemukan. Bahkan dalam hal yang seperti inipun.

Banyak fotografer yang mengatakan bahwa lensa prime merupakan sebuah alat yang akan menghasilkan foto yang lebih baik dibandingkan dengan lensa zoom. Sebaliknya, tidak sedikit yang menyebutkan bahwa lensa zoom memberikan banyak sekali keuntungan dibandingkan dengan lensa fixed.

Apa saja pro dan kontra antara kedua kubu ini?

Harga :

Karena hanya menggunakan satu focal length dan satu aperture, lensa prime memiliki mekanisme yang lebih sederhana dibandingkan lensa zoom. Semakin sederhana , maka semakin sedikit komponen yang diperlukan dan ini tentunya bisa menekan biaya produksi dan harga jual.

Secara teori seperti itu.

Kenyataannya, harga sebuah lensa prime untuk wide-angle 35 mm, bisa jauh lebih mahal dibandingkan sebuah lensa standar 18-55 mm dimana rentang 35 mm terdapat di dalamnya. Hal itu terjadi karena untuk lensa wide-angle dibuat khusus untuk memotret landscape sehingga lebih sebenarnya optiknya lebih lebar dibandingkan lensa standar.

Produsen juga memproduksi, di dalam satu keluarga lensa, bukan hanya satu macam saja. Mereka memberikan banyak turunan lainnya, seperti 18-55 mm dengan IS/VR atau non IS/VR. Juga kualitas optik yang dipakai bervariasi.

Jadi, mahal atau murah sebenarnya tergantung pada banyak hal dan tidak bisa digeneralisasi (alias di gebyah-uyahkan, disamaratakan).

mengenal lensa prime atau lensa fixed

Ringan vs Berat + Fleksibilitas

Lensa prime atau lensa fixed lebih ringan! Itu klaim dari para pendukungnya.

Klaim yang tidak salah. Lensa fixed biasanya memang lebih ringan dibandingkan lensa zoom (karena komponen di dalamnya lebih sedikit). Tetapi, bisa menjadi tidak benar juga.

Bayangkan dua situasi seperti ini :

  • Situasi 1 : memotret model
  • Situasi 2 : berwisata bersama keluarga ke pegunungan atau pantai

Situasi 1, memang membawa satu lensa fixed 50 mm f/1.4 atau 1.8 sudah cukup. Tentunya, keuntungannya beban kamera dan peralatan yang dibawa lebih sedikit. Klaim benar! Dibandingkan dengan membawa lensa tele-zoom 55-250 mm, lensa 50 mm jauh lebih ringan.

Situasi 2, ingin memotret istri ala memotret model di pegunungan dengan lensa fix 50 mm, tentunya akan sangat bagus. Sayangnya, ketika ingin memotret pemandangan, masalah timbul. Lensa fixed 50 mm akan membuat banyak bagian blur, padahal foto landscape akan sangat tidak menyenangkan jika terlalu banyak bagian yang blur.

Berarti harus membawa lensa kedua lensa wide-angle 35 mm. Nah, 2 lensa ini tentu memerlukan tambahan ruang di tas, dan juga beratnya adalah berat 2 lensa. Belum ditambah kerepotan harus mengganti lensa setiap ingin memotret dalam kondisi yang berbeda. Bandingkan jika hanya membawa lensa 18-135 mm saja.

Lensa prime ditujukan untuk sebuah tujuan yang spesifik sehingga membuatnya tidak fleksibel.

Hasil lebih bagus?

Betulkah” Fotografi lebih condong pada pepatah “The Man behind The Gun”, alias siapa yang mengoperasikannya, bukan alat. Di tangan seorang yang terlatih, sebuah kamera dengan lensa kit 18-55 mm bisa menghasilkan karya yang lebih baik dibandingkan dengan lensa 35 mm di tangan seorang yang tidak mengerti komposisi atau teknik fotografi.

Belum lagi kualitas optiknya. Sebuah lensa 55-250 mm kelas atas, tentunya akan memiliki optik yang lebih baik dibandingkan lensa fix 100 mm kelas bawah.

Ketiga pro dan kontra dalam hal ini tidak menunjukkan bahwa lensa prima lebih baik dari lensa zoom. Semuanya hanya menunjukkan tidak ada lensa yang sempurna.

Banyak situasi dan kondisi yang mempengaruhi penilaian.

Perlukah Mempunyai Lensa Prime atau Lensa Fixed?

Jangan tanyakan kepada saya. Tanyakan kepada diri Anda sendiri!

Meskipun banyak fotografer senior memberikan “saran” agar memiliki lensa ini dan itu, tetapi mereka membuatnya hanya sebagai panduan. Juga, mereka membuat standar itu berdasarkan “diri mereka sendiri”. Bukan Anda.

Ajukan pertanyaan-pertanyaan berikut ini, untuk memutuskan apakah perlu mempunyai lensa prime atau lensa fixed.

Untuk pemenuhan kebutuhan apa? Jika Anda bekerja pada agen modelling dan banyak memotret model-model cantik, maka mungkin lensa dengan aperture besar seperti f/2.8 atau f/1.8 akan sangat bermanfaat. Tetapi, jika Anda hanya memotret anak-anak, bahkan lensa zoom standar 18-55 mm sudah cukup.

Mengapa membutuhkan aperture yang besar? Sering memotret di ruang gelap, mungkin lensa dengan f/3.5 – 5.6 akan menempatkan Anda pada posisi sulit. Lensa prime dengan aperture f/1.8 bisa sangat bermanfaat dalam hal ini.

Mau repot atau tidak? Jika Anda orang “malas” lebih baik jangan menggunakan lensa fixed. Setiap berganti situasi, mau tidak mau lensa yang dipergunakan harus diganti. Bayangkan saja seperti situasi yang diilustrasikan di atas, maukah Anda melakukannya? Kalau tidak, lebih baik pakai lensa tele-zoom saja. Lebih simpel.

Berapa banyak lensa yang mau dibawa? Satu, dua , tiga? Kemudian hitung beratnya. Mampukah Anda membawa kesemuanya sekaligus setiap kali perjalanan memotret? Apakah punggung dan pundak Anda cukup kuat atau tidak?

Gaya memotret Anda? Apakah Anda senang membuat foto dengan kesan “personal”? Berarti jarak memotret harus dekat dan lensa fixed bisa berguna. Tetapi, jika Anda lebih suka menjaga jarak dengan obyek karena rasa takut mengganggu, lensa tele-zoom lebih berguna.

Dana yang tersedia? UUD, Ujung-Ujungnya Duit. Membeli satu tambahan lensa tidak memastikan Anda langsung menjadi fotografer handal. Hanya satu yang pasti, Anda harus keluar uang lagi. Akan menjadi pemborosan jika tidak dipergunakan.

Tentukan kebutuhan Anda dan tujuannya sebelum membeli. Tidak ada jaminan hasil foto akan langsung menjadi bagus.

Mengenal Lensa Prime atau Lensa Prima Samakah dengan Lensa Fixed

Lensa Prime atau Lensa Fixed Menghilang Sindrom Malas

Tahu satu kebiasaan buruk yang timbul sejak lahirnya lensa zoom atau tele-zoom? MALAS! Jika fotografer sebelum itu biasa bergerak untuk memperlebar atau mempersempit sudut pandang, fotografer masa kini akan cukup memutar ring lensanya saja.

Dengan menggunakan lensa prime (lensa fixed), dengan focal length tetap, mau tidak mau seorang fotografer akan dituntut untuk mau bergerak, maju atau mundur.

Nah, itulah sedikit pandangan tentang lensa prime, atau lensa prima, atau lensa fixed. (Mudah-mudahan (alm) J.S. Badudu, sang pakar bahasa Indonesia tidak bangun dari istirahatnya membaca begitu banyak istilah yang tidak benar menurut tata bahasa Indonesia)

 

Gallery for Mengenal Lensa Prime atau Lensa Prima? Apakah Sama Dengan Lensa Fixed?