Prinsip Dasar Fotografer : SATU! JANGAN LUPA CEK BATERAI KAMERA DUA ….

Satu ! Jangan Lupa Cek Baterai Kamera! Dua.. A
Monumen Helikopter Lanud Atang Sanjaya Bogor 2018

Ada dua prinsip dasar fotografer, setidaknya versi saya, yang tidak boleh dilupakan saat hendak hunting foto. Kalau kedua hal ini diabaikan, sangat mungkin perjalanan berburu foto itu bisa menjadi sia-sia.

Hari ini, saya lalai mengingat salah satu prinsip ini. Untungnya, tidak lupa prinsip yang kedua. Jadi, meskipun tidak maksimal, setidaknya tetap ada hasil yang bisa dibawa pulang.

Prinsip pertama adalah : “JANGAN LUPA CEK BATERAI KAMERA!”

Tentunya akan sangat menyebalkan ketika sedang semangat-semangatnya memotret dan sudah tiba di lokasi pemotretan, kemudian baru disadari baterai kamera andalan sudah drop atau bahkan habis. Padahal, biasanya di lokasi tidak ada tempat untuk mencharge. Rasanya pasti sangat gondok sekali.

Dan, hal itu saya alami hari ini. Saat hendak memotret Monumen Helikopter di Lanud Atang Sanjaya Bogor. Saat sudah sampai di lokasi ketika hendak mulai memotret dengan si Canon 700D, ternyata kamera andalan itu sama sekali tidak bereaksi.

Layar monitornya blank dan tidak ada indikator yang menyala. Pemikiran awal adalah ada kerusakan, tetapi setelah diingat bahwa beberapa minggu sebelumnya pernah dipakai meliput acara Cap Go Meh Bogor 2018, saya berkesimpulan, baterainya habis. Tidak mengobati apapun, hanya sedikit melegakan saja karena kemungkinan besar tidak rusak.

Parahnya lagi, sesampai di rumah, ternyata bukan baterainya habis. Baterainya masih menempel pada chargerannya. Rupanya saya lupa memasangkannya kembali.

Untungnya, saya tidak lupa prinsip kedua.

JANGAN LUPA CEK BATERAI KAMERA DAN BAWA SMARTPHONE SAAT HUNTING FOTO 2

Prinsip kedua : “JANGAN LUPA BAWA SMARTPHONE!”

Untung ada sang ASUS Padfone T00N. Smartphone lawas yang sudah sejak 2 tahun terakhir menemani. Warisan dari si Kribo kecil yang memilih Xiaomi.

Kalau tidak, hunting foto kali ini akan sia-sia saja. Tidak ada hasil.

Bukan. Bukan dipakai untuk menelpon rumah dan minta baterai cadangan. Jangan lupa bahwa setiap smartphone akan memiliki sebuah kamera. Karena itulah namanya smartphone. Kalau tanpa kamera bisa jadi namanya “dumbphone”.

Dengan kemampuan untuk menghasilkan foto berukuran 13 Megapixel, sang smartphone lawas lumayan untuk memotret. Bahkan, dengan kondisi lensa yang sudah tidak normal karena banyak goresan akibat sering keluar masuk kantung.

Alat itulah yang dipakai untuk memotret monumen helikopter. Tidak ideal karena jauh sekali hasilnya dari si Canon Rebel, tetapi daripada tidak ada sama sekali dan harus pulang dulu ke rumah, smartphone lawas ini hasilnya lumayan.

Dengan bantuan sedikit sentuhan GIMP, hasilnya tidak jelek-jelek amat.

Tidak terbayang kalau saya lupa kedua prinsip dasar tersebut. Pastilah hanya tangan kosong yang dibawa pulang.

Jadi, ingatlah kawan. Yang paling baik adalah ingat kedua prinsip ini, tetapi jangan sampai lupa kedua-duanya kalau tidak mau perjalanan hunting fotonya sia-sia.

Iya nggak?

admin

Seorang blogger seorang pecinta fotografi, seorang ayah, seorang anak, seorang suami seorang tetangga.. Cuma orang biasa yang gemar melihat dunia dari viewfinder kameranya