Semakin Sering Memotret Semakin Baik Hasil Foto

Semakin Sering Memotret Membuat Semakin Bagus Hasil Fotonya

68 views

Maybe Yes. Maybe No.

Bukan mau menuruti iklan, tetapi di dunia ini tidak ada yang namanya “pasti”, kecuali makhluk hidup akan mati suatu hari nanti. Begitu juga dalam urusan potret memotret. Tidak ada kepastian kalau seorang yang sering memotret semakin hari akan semakin bagus hasil fotonya.

Memang betul ada pepatah mengatakan “Practice makes perfect”, atau “Alah bisa karena biasa”. Tetapi, hal itu tidak mutlak dan harus dilihat dulu kasus per kasus. Tidak bisa digeneralisasi atau di”gebyah-uyah”.

Tidak salah sama sekali kalau sesuatu yang setiap hari ditekuni, diasah, suatu waktu akan menghasilkan sebuah kemampuan atau skill dalam suatu bidang. Benar adanya. Semua butuh proses dan perjalanan. Hal yang sama berlaku dalam fotografi.

Memotret sendiri adalah sebuah kegiatan yang membutuhkan ketekunan. Kemampuan seorang fotografer akan meningkat jika ia konsisten dalam melatih dirinya.

Dan, cara terbaik, memang adalah dengan langsung terjun ke lapangan, alias memotret. Membaca teori memang akan menambah ilmu, tetapi tidak akan menjadi sebuah skill kalau tidak diterapkan.

Tetapi…

Ada tetapinya…

Sering memotret tidak menjamin bahwa seseorang hasil fotonya akan membaik dan kemudian menjadi bagus.

Tidak semudah itu.

Tidak beda halnya dengan seorang atlet – tentunya sangat paham pepatah “practice makes perfect” tadi. Ia bisa berlatih setiap jam, setiap hari, setiap minggu, tetapi hal itu tidak menjamin keahlian dan kemampuannya meningkat.

Mengapa?

Jika latihannya tidak dilakukan secara terarah, maka hasilnya tidak maksimal. Ia mungkin akan mendapatkan stamina yang lebih baik, tetapi kemampuannya dalam bersaing belum tentu meningkat.

Begitu juga seorang fotografer. Semakin sering ia memotret, memang membuka kesempatan untuk perbaikan kemampuannya, dengan syarat dilakukan secara terarah dan bukan hanya sekedar memotret.

Jika yang dilakukannya hanya sekedar memotret obyek yang dianggap bagus saja, maka potensi dirinya tidak akan terasah dan kemampuannya tidak akan meningkat secara maksimal.

Contohnya, kalau ia tidak terus mengasah pemahamannya terhadap beberapa teknik fotografi, seperti penempatan obyek, komposisi warna, teknik panning, dan lain sebagainya, hasil fotonya bisa jadi ya “begitu-begitu saja”. Tidak ada perbaikan.

Untuk itu, setiap fotografer harus memastikan bahwa kegiatan memotret mereka harus membawa perbaikan skill, intuisi, dan pemahamannya.

Barulah hal itu akan membuktikan bahwa “semakin sering memotret maka hasil foto” akan semakin baik dan bagus.

Caranya?

Mudah saja.

  1. Pergilah hunting foto, kemanapun tidak masalah, dan kemudian buatlah satu tujuan, misalkan melatih pemahaman tentang apa itu aperture.
  2. Selama hunting tersebut, disiplinlah terfokus pada aperture dan mengabaikan settingan lain.
  3. Coba berbagai settingan aperture yang berbeda saat memotret obyek yang berbeda atau dalam kondisi yang berbeda sesuai keinginan
  4. Lihat dan pelajari hasilnya

Lakukan terus selama perjalanan berburu foto itu dan jangan coba berganti mempelajari efek ISO atau shutter speed.

Prosesnya sama dengan latihan yang dilakukan para tentara atau atlet dimana setiap latihan mereka akan terfokus pada tujuan tunggal.

Tujuannya dengan melakukan sesuatu berulang-ulang, maka pemahaman tentang “sesuatu” akan semakin baik dan juga kemampuan dalam hal yang satu itu akan terasah dengan baik.

Jadi, semakin sering memotret tetapi tidak terarah dan mempunyai tujuan, tidak menjamin seorang fotografer akan semakin baik hasil fotonya.

Itulah mengapa saya bilang “Maybe Yes, Maybe No”. Tergantung dari orangnya, mampu tidak mengarahkan kegiatan memotretnya untuk memperbaiki kemampuannya. Kalau tidak ya, jawabannya NO.

Gravatar Image
Seorang blogger seorang pecinta fotografi, seorang ayah, seorang anak, seorang suami seorang tetangga.. Cuma orang biasa yang gemar melihat dunia dari viewfinder kameranya