Mengapa Mendapat LIKE di Media Sosial Bisa Menjadi Penting Bagi Penggemar Fotografi

Mengapa Mendapat LIKE di Media Sosial Penting Bagi Penggemar Fotografi?

Memang tidak seharusnya mendapat LIKE di media sosial menjadi alasan seseorang menggemari fotografi. Tidak salah kalaupun dilakukan, tetapi seharusnya ada alasan lain yang lebih dari itu.

Meskipun demikian, walaupun secara filosofis banyak pakar fotografi atau fotografer senior mengatakan tidak peduli terhadap berapa LIKE yang didapat, tetapi ternyata hal ini cukup penting juga bagi sebagian kalangan. Bukan karena kecanduan mendapatkan pengakuan dari netizen, tetapi karena beberapa hal berikut ini.

Lanjut Baca

tips selfie dari penggemar fotografi

13 Tips Selfie Dari Seorang Penggemar Fotografi

Saya bukan penggemar selfie! Jujur saja, selama ini paling banyak 3-4 kali saja hal itu saya lakukan. Itupun karena dipaksa atau diminta dengan memelas oleh sang istri supaya punya foto keluarga. Tetapi, saya memutuskan untuk membuat beberapa tips selfie bagi mereka yang sangat ingin memotret dirinya sendiri dan bernarsis ria.

Lanjut Baca

MERUBAH TEORI DAN PENGETAHUAN MENJADI SKILL

Merubah Teori dan Pengetahuan Menjadi Skill

Sudahkah Anda membaca mengenai berbagai teori fotografi? Komposisi dasar? Segitiga Exposure? Bokeh? Pasti sudah lah. Bahkan sejak belum membeli kamera pun, rasanya banyak orang yang sudah mempelajari berbagai teori seperti ini. Bahkan, ada yang sudah kursus pada fotografer ternama jauh sebelum ia membeli kamera DSLR pertamanya.

Lanjut Baca

fotografer menyampaikan pesan lewat foto

Fotografer Menyampaikan Pesan Lewat Foto

Setiap orang berkomunikas. Setiap orang menyampaikan pesan kepada orang lainnya. Guru menyampaikan pesan dan informasi dengan berbicara dan menulis. Penulis melakukannya dengan aksara dan tulisannya.

Lalu, bagaimana dengan fotografer? Media apa yang dipergunakannya untuk menyampaikan pesan dan pemikirannya.

Lanjut Baca

Biarkan saya bebas

(Foto) Biarkan Saya Bebas

Ada satu alasan mengapa saya, dan banyak orang lain menyukai yang namanya fotografi jalanan. Memang genre ini sangat irit biaya, tetapi tidak seratus persen alasan itu terkait dengan masalah uang.

Apa adanya dan banyaknya emosi yang diperlihatkan manusia tanpa dibuat-buat memberikan dorongan tersendiri untuk merekamnya. Sangat natural.

Berbeda dengan memotret model atau studio dimana emosi seringkali ditutup-tutupi atau bahkan dibuat.

Di jalanan tidak demikian. Semua tampil apa adanya, meski terkadang tidak enak dilihat, tetapi foto-fotonya mencerminkan apa yang dilihat yang memotretnya.

  • Judul foto : Biarkan Saya Bebas
  • Lokasi : Car Free Day Bogor
  • Kamera : Canon EOS 700D
  • Aperture : F/5.6
  • Shutter Speed : 1/320 detik
  • ISO : 2000
  • Focal Length : 250 mm
Memotret Istri Sendiri Sebagai Model

Berapa Kali Anda Memotret Istri Sendiri (Bukan Istri Tetangga)

Lebih sering mana Anda memotret model atau memotret istri sendiri?

Pertanyaan bodoh sepertinya. Bukan begitu? Tetapi, beberapa waktu yang lalu saya tertegun juga ketika membaca blog milik seorang fotografer jalanan yang namanya cukup kondang di dunia, Eric Kim pada blognya. Disana terlihat ia mendedikasikan sebuah proyek bernama Cindy Project alias Proyek Cindy untuk seseorang.

Seseorang itu adalah istrinya, Cindy.

Lanjut Baca

Mengenal bokeh dalam fotografi

Apa Itu BOKEH? Bagaimana Membuat BOKEH?

Tentunya, ketika terjun ke dalam dunia fotografi, satu istilah pertama yang kerap terdengar adalah tentang BOKEH. Sebuah kata yang terdengar asing bagi telinga umum dan awam, tetapi sebuah istilah yang sering mendorong banyak fotografer untuk berusaha menghasilkan sebuah bokeh yang istimewa.

Tetapi, sebenarnya apa itu BOKEH? Keuntungan apa yang didapat dari BOKEH? Bagaimana cara membuat BOKEH?

Satu kata ternyata bisa menjadi tulisan yang cukup panjang.

Lanjut Baca