Bisakah berlatih memotret tanpa kamera

Bisakah Belajar dan Berlatih Memotret Tanpa Kamera? Tentu Saja!

54 views

Practice makes perfect. Berlatih melahirkan kesempurnaan. Dalam hal apapun pepatah ini tetap berlaku. Termasuk dalam fotografi sekalipun. Jangan pernah berharap bahwa hasil foto akan bagus, jika fotografer atau pemegang kameranya enggan terus berlatih.

Masalahnya, terkadang kita dihadapkan pada situasi dimana kamera sedang tidak tersedia. Entah terlupa, entah rusak, atau berbagai entah lainnya. Lalu, haruskah kita berhenti berlatih memotret? Bisakah kita belajar dan berlatih memotret tanpa kamera?

Jawabannya, tentu saja, TIDAK dan YA.

TIDAK, kita tidak seharusnya menghentikan usaha untuk tetap belajar dan berlatih meski tiada kamera yang bisa dipergunakan.

Konsisten adalah kata kunci dalam meraih keberhasilan. Semua hal, tidak ada pengecualian. Oleh karena itu, tidak seharusnya ada alasan pembenaran untuk berhenti belajar dan berlatih.

Dan, YA, bisa. Kita bisa tetap berlatih bahkan tanpa memegang kamera sama sekali.

Fotografi bukan sekedar tentang kamera

Bukan tanpa alasan kalau blog ini memiliki slogan “fotografi bukan sekedar tentang kamera”.  Ada banyak alasan untuk mengatakan itu.

Salah satunya adalah kenyataan bahwa pelajaran tentang ilmu memotret itu memang tidak selamanya memerlukan kehadiran kamera. Banyak hal lain yang bisa dilakukan untuk memperbaiki dan mempertajam skill memotret tanpa harus memegang kamera.

Bisa dikata fotografi memiliki bagian on-field (di lapangan) dan off-field. Kegiatan latihan on field akan membutuhkan sebuah kamera sebagai alat, tetapi banyak kegiatan off-field tidak memerlukannya.

Jangan lupa juga bahwa fotografi adalah tentang “The man behind a gun”, orang di belakang senjata. Kamera hanyalah alat sedangkan penentu dari bagus atau tidaknya hasil sebuah foto adalah orang yang mengoperasikan alat itu. Melatih diri orang itu adalah hal yang paling penting dan itu bisa tetap dikerjakan tanpa menggunakan kamera sekalipun .

Silakan coba beberapa hal ini. Jika dilakukan secara rutin layaknya sebuah latihan, hal-hal ini akan meningkatkan kepekaan insting, pemahaman teknik, dan juga banyak hal lain. Kesemuanya tanpa menggunakan kamera, bahkan sekedar kamera smartphone sekalipun.

Belajar dan Berlatih Memotret Tanpa Kamera

Apa saja yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kemampuan memotret ketika alat utama tidak tersedia?

1) Menonton TV atau Film

Bercanda?

TIDAK. Saya sedang tidak bercanda.

Pernahkah menyadari bahwa dalam bahasa Inggris, sebuah film bisa diterjemahkan dalam frase “motion pictures” alias gambar yang bergerak?

Gambar? YA. Sama dengan sebuah foto, film adalah hasil dari penggunaan lensa optik untuk merekam. Alat untuk melakukannya menggunakan prinsip dasar yang sama dengan kamera dalam fotografi. Bukankah dalam kamera masa kini sebuah kamera digital bisa dipergunakan memotret atau merekam video? Semua karena mekanismenya sama.

Yang membedakan adalah jumlah “gambar” atau frame yang diambil. Dalam video, jumlah fotonya  berpuluh atau beratus kali lipat dibandingkan sebuah foto (tunggal).

Nah, menonton sebuah film, bisa memberikan pengetahuan yang sangat bermanfaat. Seorang kameraman juga melakukan hal yang sama dengan seorang fotografer.

Ia juga menerapkan komposisi dasar seperti dimana obyek harus diletakkan, harus berfokus pada bagian apa (seperti wajah pemeran untuk memperlihatkan emosi), memberikan blur ketika melakukan close-up wajah, dan banyak hal lain yang juga dikerjakan dalam fotografi.

Menonton film atau TV akan memberikan pengetahuan sekaligus melatih membiasakan mata untuk menentukan fokus pada frame. Juga bisa dipergunakan untuk melihat bagaimana emosi subyek bisa ditampilkan.

2) Melihat dan Mempelajari Karya Fotografer Lain

Memotret Dengan S,martphone
Wisma Tamu di Kebun Raya Bogor – Kamera Xperia M

Jika ternyata menonton film ternyata sulit membuat kita berkonsentrasi karena ceritanya terlalu menarik atau pemerannya terlalu ganteng/cantik dan membuyarkan konsentrasi, cobalah cara lain. Lihat foto-foto hasil karya orang lain.

Lebih baik lagi, jika foto-foto yang dilihat adalah hasil karya fotografer ternama dan sudah terkenal. Dengan begitu kita bisa melihat seperti apa foto yang dikatakan “baik” atau “bagus”. Dari sana juga kita bisa mengira-ngira sudut pengambilan dan banyak hal lain. Cobalah pelajari bagaimana sebuah foto dihasilkan, timing, background, dan sebagainya.

Kegiatan seperti ini juga akan membiasakan untuk melihat sesuatu yang “indah” dan “bagus”. Perlahan jika dilakukan berulang, kriteria tentang “keindahan” yang ada dalam diri kita akan berubah dan meningkat dan kepekaan kita akan terasah.

Pilih foto-foto yang sesuai dengan minat. Kemudian, pelajari dan teliti tentang komposisi dasar, warna dan banyak hal lainnya.

3) Berjalan-Jalan lah dan Pakai Jari Anda

Bosan dengan semua hal di dalam ruangan seperti no 1 dan 2, keluar rumah dan berjalan-jalan lah.

Nah, kemudian, pergunakan jari-jari (jempol dan telunjuk hingga membentuk persegi seperti di bawah?  Heran?

Coba, pernahkah Anda melihat seseorang melakukan hal sederhana seperti di bawah ini ? Mengapa mereka melakukan hal seperti ini?

belajar dan berlatih memotret tanpa kamera 01
Image : Kreditwww.mommyperks.com

Jawabannya, cobalah ingat bagaimana saat kita melihat melalui pentamirror (lubang pengintip) di kamera. Bukankah sama bentuknya?  Bukankah layar monitor LCD kamera juga berbentuk persegi seperti apa yang dibentuk oleh jari-jari kita? Tidakkah foto-foto yang dihasilkan oleh kamera juga berbentuk persegi?

Tentunya Anda akan terheran-heran kalau mengetahui betapa banyak fotografer masih melakukan hal seperti itu hingga sekarang sebelum mengarahkan kamera mereka. Saya pun masih melakukannya hingga saat ini.

Ini adalah teknik sederhana yang dilakukan banyak fotografer untuk melihat kemungkinan :

  1. Layak tidaknya sesuatu dijadikan obyek kamera
  2. Cocok tidaknya sebuah obyek dan latar belakang
  3. Memperkirakan hasil foto dari sebuah obyek
  4. Mencari sudut pengambilan gambar yang paling bagus
  5. Bagus tidaknya pencahayaan

Dan, masih banyak hal lainnya.

Bagaimanapun, kamera adalah perwakilan dari mata manusia saat melihat obyek. Teknik sederhana ini dulu dipergunakan pada saat memotret masih menggunakan film. Dengan begitu, para fotografer tidak akan menyia-nyiakan film yang terbatas dan tidak murah. Mereka hanya akan mengambil gambar kalau mereka yakin hasilnya akan “layak”.

Pada masa sekarang, banyak orang sudah melupakan hal ini. Padahal teknik sederhana ini bisa menghemat batere dan juga memperpanjang umur sebuah kamera. Jika seorang fotografer sudah bisa memperkirakan hasil akhirnya, mereka tidak perlu repot jika di dalam “persegi” itu hasilnya terlihat tidak memuaskan.

Teknik ini bisa tetap memungkinkan Anda berlatih memotret tanpa kamera. Paling tidak, akan membantu feeling dan intuisi dalam menemukan obyek, pengembangan ide, dan pencarian angle pengambilan foto.

Dua hal lainnya (di bawah ini) sebenarnya harus tetap dilakukan baik dengan atau tanpa kamera secara rutin.

4) Membaca Ulang Manual Kamera

mengenal kamera prosumer atau superzoom atau bridge camera atau DSLR-Like - Fujifilm Finepix HS 35EXR

Yakinkah Anda sudah tahu semua fitur yang ada di dalam kamera yang mungkin dibeli 2-3 tahun silam? Kemungkinan besar tidak.

Kamera digital masa sekarang bak sebuah komputer mini yang memiliki banyak fitur. Tidak semua fitur biasa dipergunakan. Hanya sebagian saja yang rutin dipakai saat memotret, terkadang sisanya dilupakan begitu saja.

Membaca ulang buku manual kamera adalah sebuah langkah yang baik untuk lebih mengenali kemampuan kamera kesayangan. Biasanya orang akan merasa “surprise” ketika menemukan betapa banyak hal yang tidak diketahuinya pada sebuah kamera miliknya sendiri.

Tidak menyenangkan memang membaca sesuatu yang sudah “kita rasa” ketahui luar dalamnya, tetapi tidak ada salahnya juga mengingatkan kembali mengenai kemampuan apa yang dimiliki oleh kamera milik kita.

5) Berselancar di Internet

Berlatih Memotret Bisa dimana saja - Foto kucing Ngintip

Anda akan kagum jika mengetahui jumlah artikel di internet terkait dengan fotografi. Jutaan dan bahkan puluhan juta artikel.

Semua hal dikupas dan dibahas, mulai dari yang paling sederhana seperti bagaimana memegang kamera, hingga yang complicated (rumit) untuk melakukan pengeditan pada foto.

Luar biasa banyaknya.

Tiadanya kamera di tangan tidak berarti kita juga harus berhenti berlatih dan belajar. Dengan sebegitu banyaknya ilmu yang tersedia di dunia maya, yang diperlukan hanyalah sekedar kemauan dan waktu untuk membacanya.

Menjelajahi berbagai tulisan tentang fotografi di dunia maya bisa memperluas khasanah tentang teknik memotret , perkembangan teknologi kamera, dan juga berbagai tips dan trik fotografi. Banyak sekali yang menyertakan panduan secara terperinci.

Sayang kalau harus dilewatkan hanya karena tidak ada kamera di tangan.

Kamera yang rusak atau lupa dibawa tidak seharusnya menjadi halangan bagi seorang fotografer untuk tetap mengasah kemampuannya. Banyak hal lain yang tetap bisa dilakukan untuk menjaga konsistensi latihan.

Tidak ada fotografer yang hebat tanpa melakukan banyak “latihan” dan kemampuan mendorong dirinya untuk terus belajar. Semuanya melalui tahapan seperti itu hingga pada akhirnya mereka bisa berhasil.

Itulah mengapa fotografi bukanlah sekedar berbicara tentang kamera. Jauh lebih luas daripada itu.

Gallery for Bisakah Belajar dan Berlatih Memotret Tanpa Kamera? Tentu Saja!

Gravatar Image
Seorang blogger seorang pecinta fotografi, seorang ayah, seorang anak, seorang suami seorang tetangga.. Cuma orang biasa yang gemar melihat dunia dari viewfinder kameranya