Dokumentasi – Kontribusi Fotografer Bagi Masyarakat

Setiap profesi haruslah membawa kebaikan. Bukan hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi orang-orang yang berada dalam lingkungan dimana mereka berada. Hal itupun berlaku bagi profesi apapun, termasuk dalam bidang fotografi.

Seorang fotografer harus selalu bertanya kepada diri sendiri hal yang sama. Kontribusi apa yang diberikan oleh dirinya dengan menekuni dunia potret memotret.

Sebuah foto menggunakan model cantik dan bertubuh bagus memang akan mengundang decak kagum banyak orang. Manfaat bagi diri sendiri jelas, yaitu bertambahnya rasa percaya diri dan tentunya ketenaran serta personal branding yang semakin meluas pula.

Hanya saja, sudahkah hal itu membawa manfaat bagi banyak orang?

Sebenarnya tidak.

Memotret sesuatu yang cantik dan berseni seperti itu lebih ditujukan untuk pemuasan ego diri sendiri saja. Potret seperti itu tidak memberikan banyak kontribusi bagi masyarakat.

Berbeda dengan memotret dengan tujuan untuk mendokumentasikan sesuatu atau sebuah acara. Hasil fotonya bisa memberikan lebih banyak manfaat, seperti :

  1. Bercerita kepada orang lain tentang bagaimana suasana acara tersebut sehingga mereka yang tidak datang bisa merasakan hal yang sama
  2. Menyimpan kenangan dalam bentuk visual yang di suatu waktu bisa dipanggil ulang
  3. Memberikan gambaran dan informasi tentang sebuah kejadian atau acara

Foto dokumentasi sebenarnya lebih memberikan kontribusi bagi orang lain meski bagi seorang fotografer sendiri seringnya sangat tidak memberi kepuasan.

Dokumentasi - Kontribusi Fotografer Bagi Masyarakat

Tidak percaya?

Cobalah saja memotret seorang gadis cantik berbadan langsing seperti model dan kemudian share ke berbagai media sosial. Apa yang akan Anda dapat? Hanya LIKE yang mungkin bejibun dan ungkapan kekaguman yang terasa sangat artifisial karena kita tidak pernah tahu apakah mereka tulus memberikannya atau tidak.

Setelah itu? Ya sudah. Tenggelam dan kemudian menjadi sampah di dunia maya.

Berbeda dengan ketika Anda mencoba membuat dokumentasi sederhana untuk acara 17 Agustus-an. Pasti akan banyak orang berebut mencari fotonya dan kemudian gelak tawa akan hadir ketika melihat foto-foto tingkah laku lucu selama acara.

Selesai sampai disitu? Tidak.

Jika disimpan dengan baik, foto-foto itu bisa kembali memberikan senyum ketika ditayangkan 5-10 tahun berikutnya. Orang-orang disana bisa melihat kembali suasana penuh kegembiraan yang pernah mereka alami di masa lalu.

Tidak keren memang.

Tetapi, dari segi manfaat, foto-foto konyol dokumentasi lomba 17-an akan lebih mengikat banyak orang dan menghadirkan senyum dan tawa. Membawa manfaat bagi orang lain.

Seorang fotografer tetaplah seorang manusia juga dan seorang manusia pun harus berusaha terus menerus memberikan manfaat dan kontribusi bagi masyarakat sekitarnya. Tidak ada gunanya jika ia hanya bisa menghasilkan foto yang bagus tetapi tidak bisa memberikan sesuatu kepada orang lain.

Jangan pernah lewatkan ajakan untuk memotret sekedar untuk dokumentasi bagi RT atau RW dimana Anda tinggal. Disana ada sebuah kesempatan seorang fotografer memberikan kontribusi bagi orang lain.