Selfie Berbahaya Bagi Keselamatan? Bisa Jadi! Ini Buktinya!

Selfie atau swafoto sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat modern dimana saja. Tidak di Indonesia, tidak di luar negeri pemandangan orang-orang mengambil foto dirinya sendiri mudah sekali ditemukan. Tetapi, tahukah Anda bahwa selfie berbahaya bagi keselamatan?

Sebelum Anda mengatakan bahwa pandangan seperti itu adalah omong kosong, mungkin ada baiknya merenungkan mengapa pemerintah di beberapa negara mengeluarkan beberapa aturan terkait kegiatan swafoto ini.

Pemerintah Mumbai di India mengeluarkan zona larangan selfie. Sementara, pemerintah Rusia mengeluarkan panduan bagaimana melakukan selfie yang aman.

Tentunya, Anda tidak berpikir kalau pemerintah di dua negara tersebut adalah orang-orang bodoh dan tidak bisa berpikir jernih kan? Pastilah mereka memiliki alasan yang kuat untuk menelurkan aturan seperti itu. Dalam hal ini, mereka memandang bahwa selfie bisa menjadi bahaya dan mengancam jiwa mereka yang melakukannya.

Hal itu juga berdasarkan fakta. Dilansir dari majalah online Rollingstone.com, terdapat fakta bahwa tahun 2015 saja, jumlah korban jiwa yang disebabkan karena melakukan selfie lebih banyak dari korban serangan hiu. Bisa bayangkan berapa jiwa yang melayang?

Kasus terakhir, yang mendorong pemerintah Mumbai mengeluarkan zona larangan swafoto disana adalah ketika seorang turis jatuh dari Taj Mahal saat mengambil fotonya sendiri. Kasus itu hanyalah satu dari ratusan kasus yang terjadi terkait kegiatan swafoto ini.

Beberapa lainnya yang bisa dihimpun dari berbagai sumber bisa disebutkan di bawah ini.

1) Tewas Karena Selfie Dengan Beruang

Tahun 2018, terjadi di India. Seorang pria, Prabhu Bhatara yang baru pulang dari resepsi perkawinan melihat seekor beruang yang sedang terluka dan memutuskan untuk berselfie di dekatnya. Meskipun temannya sudah memperingatkan untuk tidak melakukannya, pria ini bersikukuh.

Hasilnya, ia diserang beruang itu dan tewas di tempat kejadian. Sementara beruang itu sendiri akhirnya dirawat karena luka yang dideritanya.

2) Tersambar Petir Saat Selfie

Tahun 2015, seorang pendaki tewas di tempat setelah petir yang menyambar mengenai tongsis saat sedang selfie di Brecon Beacons National Park, Wales.

Bantuan datang terlambat karena cuaca buruk dan meskipun usaha pernapasan buatan dilakukan, pendaki yang tidak disebutkan identitasnya itu tidak tertolong dan meninggal di tempat kejadian.

3) Tenggelam Karena Walrus

Walrus adalah mamalia laut yang tidak dikenal sebagai hewan yang berbahaya. Mungkin karena itulah seorang pria bernama Lia Lijun sangat menyukainya. ia kerap membanggakan fotonya dengan sang hewan saat berkunjung ke kebun binatang.

Suatu hari ia memutuskan untuk melakukan selfie lebih dekat lagi dengan sang walrus. Berkat bantuan kenalannya, seorang pawang walrus, yang mengurus hewan ini sejak kecil, ia bisa masuk ke dalam. Saat ia mencoba berswafoto dengan latar belakang si hewan, ternyata sang walrus mengajaknya bermain.

Ke dalam air.

Alhasil, Lia Lijun beserta dengan sang pawang akhirnya tewas. Mereka tidak bisa melepaskan diri dari pelukan hewan yang beratnya bisa mencapai satu setengah ton ini.

membuat foto siluet

 

4) Tersetrum Ribuan Volt Saat Selfie

Anna Ursu, seorang remaja asal Rumania harus kehilangan nyawanya karena terkena ribuan volt.

Untuk mendapatkan foto selfie spektakuler yang akan diunggahnya ke akun Facebook miliknya, ia naik ke atas kereta yang sedang terparkir. Kakinya terpeleset dan menyentuh kawat listri tegangan tinggi di atas kereta. Segera 27 ribu volt listrik mengaliri dan membakar Anna.

Ia sempat dibawa ke rumah sakit tetapi kemudian meninggal dengan lebih dari 50% bagian tubuhnya hangus terbakar.

5) Tewas Tertanduk Banteng Saat Selfie

David Gonzales Lopes, 32 tahun, melihat 2 banteng bertabrakan saat festival tahunan dikejar banteng tahun 2014. Ia memutuskan untuk keluar dari area aman penonton untuk melakukan selfie di dekat kedua banteng itu.

Sayangnya, ia tidak melihat adanya banteng ketiga yang berlari dan dalam sekejap kemudian menanduknya tepat di leher. Ia tewas dengan tergantung pada tanduk banteng. Seorang saksi mata menyebutkan bahwa ia bagaikan boneka yang tersangkut.

Akibat kejadian ini, festival itu dihentikan.

6) Jangan Terbang Sambil Selfie

Mengemudi sambil selfie itu berbahaya dan dapat membahayakan keselamatan. Tahun 2014, di Colorado Amerika Serikat, seorang penerbang Amritpal Singh, berusia 29 tahun tewas bersama dengan seorang penumpang.

Dari kamera GoPro yang terpasang di dashboard pesawat ditemukan bawah sang pilot dan penumpang sedang melakukan selfie ketika pesawat itu menukik dan menghunjam bumi.

7) Jatuh Dari Jembatan

Xenia Ignatyeva baru berusia 17 tahun. Ia ingin mendapatkan foto selfie yang sangat dramatis. Untuk itu ia menaiki sebuah jembatan setinggi 10 meter di Saint Petersburg Rusia pada suatu malam di bulan April 2014.

Sayangnya, ia kehilangan keseimbangan dan jatuh. Untuk mencegahnya jatuh dari ketinggian, tangannya secara refleks memegang kabel yang berada di dekatnya.

Kabel itu segera mengalirinya dengan listrik sebesar 1500 watts dan membuatnya terlempar jatuh. Kepapalanya menghantam tanah. Tubuhnya jatuh di sebelah temannya yang menunggunya di bawah.

Menurut sang teman, Xenia mungkin masih hidup sebelum kepalanya menghantam tanah.

Nah, itulah sedikit kasus dan contoh bagaimana selfie merenggut nyawa pelakunya. Masih bisa mengatakan kalau selfie tidak berbahaya bagi keselamatan? Jangan lupa beberapa cerita nyata di atas hanyalah sebagian kecil saja dari entah berapa kasus nyawa yang hilang, belum yang terluka, akibat melakukan selfie. Seperti disebutkan di atas, jumlah korban selfie lebih banyak dari korban gigitan hiu setiap tahunnya.

Jadi, masih berpandangan selfie tidak membahayakan?

tips selfie dari penggemar fotografi

Saya sendiri berpandangan, selfie adalah selfie, swafoto adalah swafoto. Sebuah nama kegiatan. Itu saja. Pada dasarnya selfie “tidak” berbahaya bagi manusia.

Tidak berbeda halnya dengan pisau. Benda ini tidak bisa membunuh manusia sendiri, kecuali benda ini dipergunakan oleh manusia untuk itu.

Begitupun selfie. Jika dilakukan dengan hati-hati, dan pada lokasi yang tepat, tidak ada masalah dengan itu. Buktinya jutaan orang melakukan swafoto setiap tahunnya.

Sayangnya, keinginan untuk “tampil” dan menjadi terkenal di masa sekarang, kerap mendorong orang untuk melakukan hal-hal yang di luar logika dan berbahaya. Tujuannya adalah agar mereka bisa tampil “beda”, “luar biasa”, “dramatis”. Karena biasanya dengan melakukan hal-hal seperti itulah mereka bisa mendapatkan follower, pujian, dan pujaan dari banyak orang (yang seringnya tidak mereka kenal).

(Baca Juga : Selfie atau Swafoto Bagian Dari Fotografi Atau Sekedar Anak Haram? )

(Baca Juga : Tips Selfie Dari Seorang Penggemar Fotografi )

Keinginan untuk tenar adalah penyakit yang membuat selfie menjadi sangat berbahaya bagi pelakunya. Keinginan untuk tampil lebih mendorong orang tidak lagi mengindahkan resikonya.

Ego manusia-lah yang membuat kegiatan yang sebenarnya untuk senang-senang menjadi senjata pembunuh. Kurang hati-hati lah yang menjadi akar permasalahan.

Bukan selfienya sendiri.