Cukur Rambut

(Foto) Cukur Rambut

Tantangan terbesar dalam menggeluti street photography atau fotografi jalanan adalah mencoba menjadikan sesuatu yang “biasa” menjadi “tidak biasa” atau “luar biasa”.  Mayoritas dari usaha tersebut adalah kegagalan, karena obyek yang biasa akan tetap menjadi biasa, bahkan setelah mencoba dari berbagai sudut pandang, tetap saja biasa.

Cobalah sendiri memotret seseorang yang sedang cukur rambut.

Perlu usaha banyak untuk bisa menghadirkan emosi di dalamnya karena tetap saja cukur rambut adalah sesuatu yang umum dan kebanyakan orang melakukannya rutin setidaknya sebulan sekali. Sulit sekali menghadirkan emosi meski sudah berusaha memotret sedekat mungkin dengan obyek (cara yang biasa dilakukan untuk memasukkan unsur personal dalam foto).

Seringnya tetap gagal.

Terlalu biasa.

Atau mungkin kitanya yang berusaha terlalu keras untuk tampil “luar biasa”? Bukankah fotografi jalanan memang merekam sesuatu yang natural dan biasa saja? Mengapa harus dibuat luar biasa?

cukur rambut 2
Canon EOS 700D ISO 3200 F/4 1/50 detik – Editting Photoscape

Bagaimana kalau ditambahkan informasi bahwa tempat foto-foto ini diambil di Hunky Dory Barbershop, tukang cukur rambut langganan pak Presiden Jokowi kalau dia di Bogor?

Apakah membuat fotonya menjadi sedikit lebih menarik?

Memotret Istri Sendiri Sebagai Model

Berapa Kali Anda Memotret Istri Sendiri (Bukan Istri Tetangga)

Lebih sering mana Anda memotret model atau memotret istri sendiri?

Pertanyaan bodoh sepertinya. Bukan begitu? Tetapi, beberapa waktu yang lalu saya tertegun juga ketika membaca blog milik seorang fotografer jalanan yang namanya cukup kondang di dunia, Eric Kim pada blognya. Disana terlihat ia mendedikasikan sebuah proyek bernama Cindy Project alias Proyek Cindy untuk seseorang.

Seseorang itu adalah istrinya, Cindy.

Lanjut Baca