Kebutuhan dan Selera Tiap Orang Terhadap Kamera Berbeda

Kebutuhan Dan Selera Tiap Orang Terhadap Kamera Berbeda

8 views

Banyak yang bertanya ” Kamera apa yang cocok buat saya?” di berbagai forum dan komunitas fotografi di Indonesia. Bisa diperkirakan banyak juga pertanyaan sejenis di berbagai forum sejenis di belahan dunia lain.

Keinginan untuk mendaptakan kamera yang “sempurna” akan selalu hadir di saat seseorang ingin membelinya. Sesuatu yang wajar, namanya juga manusia.

Tetapi, sebenarnya mengajukan pertanyaan tersebut ke komunitas atau forum yang berisi orang-orang yang tidak dikenal adalah sebuah keanehan. Kenapa? Karena kebutuhan dan selera tiap orang terhadap kamera tidaklah sama.

Seorang ibu rumah tangga yang memerlukan kamera untuk membuat foto atau video tumbuh kembang anak kesayangannya tentu tidak akan membutuhkan kamera dengan spesifikasi tingg. Berbeda dengan kebutuhan seorang fotografer yang memiliki sebuah studio.

Kebutuhan keduanya tidak sama. Sang ibu kemungkinan besar hanya butuh kamera yang sangat ringkas dan tidak perlu mengharuskan sesuatu yang “ribet” karena mungkin ia tidak paham teknik fotografi dan pasti memerlukan tangannya untuk tetap menjaga si buah hati. Ia tidak memerlukan sebuah kamera DSLR kelas atas berharga puluhan juta.

Bahkan ia tidak akan memerlukan teknik fotografi tingkat tinggi. Selama ia bisa merekam sang buah hati dan melihatnya di kemudian hari, hal itu sudahlah cukup.

Coba saja lihat foto-foto lama Anda pada masa kecil. Apakah Anda akan peduli tentang bagaimana foto itu diambil? Kemungkinan besar tidak. Unsur nostalgia dan memory akan hadir dengan sendirinya walau foto tersebut tidak memakai prinsip rule of thirds dan tidak bokeh.

Sebaliknya dengan seorang fotografer studio yang harus memuaskan pelanggan, ia akan berusaha menggunakan alat dan teknik terbaik untuk memuaskan pelanggannya.

Kamera prosumer sekelas Canon powershoot atau Fujifilm Finepix tidak akan memberikan foto yang tajam. Ia juga akan terus mengasah sklill fotografinya karena hanya dengan cara itu ia akan bisa memuaskan keinginan pengguna jasanya.

Kebutuhan setiap orang berbeda, termasuk dalam hal kamera.

Bertanya yang mana kamera yang cocok untuk diri sendiri adalah sebuah keanehan. Apalagi di sebuah forum dunia maya yang orang-orangnya tidak mengenal sama sekali diri kita.

Bagaimana mereka bisa menentukan yang terbaik bagi orang yang tidak dikenalnya?

Bagaimana kita bisa percaya begitu saja bahwa orang itu bisa menentukan kamera yang cocok untuk kita kalau mereka tidak tahu ukuran tangan kita? Salah satu faktor yang menentukan cocok atau tidaknya kamera adalah apakah pegangan tangannya enak untuk si pemakai.

Bagaimana ia bisa tahu berapa budget yang tersedia?

Mereka hanya bisa memberikan informasi dan asumsi saja berdasarkan pengalaman dan selera mereka. Mereka sebenarnya bukan memberitahukan bahwa kamera itu sudah pasti cocok dengan kita.

Mereka tidak tahu tentang kita.

Lalu, pada siapa pertanyaan tentang itu harus diajukan?

Jawabnya sederhana.

Ajukan kepada diri sendiri. Tidak ada orang yang lebih tahu tentang kebutuhan dan selera kita terhadap kamera selain diri kita sendiri.

Tanyakan kepada diri kita beberapa pertanyaan sederhana di bawah ini

  • Berapa uang yang kita punya?
  • Apakah kameranya memiliki pegangan yang enak untuk kita?
  • Untuk apa kamera tersebut akan dipergunakan?
  • Hasil seperti apa yang diharapkan dari kamera tersebut?
  • Seberapa jauh kita tahu tentang fotografi?

Jawaban-jawaban terhadap pertanyaan tersebut akan lebih membantu kita menemukan jawaban terhadap pertanyaan “Mana kamera yang cocok untuk kita?”

Bukan orang lain yang sama sekali tidak kenal dengan kita.

Gravatar Image
Seorang blogger seorang pecinta fotografi, seorang ayah, seorang anak, seorang suami seorang tetangga.. Cuma orang biasa yang gemar melihat dunia dari viewfinder kameranya