Selama Anda bisa mengatur mindset bahwa memotret bisa dilakukan dengan kamera apa saja, bukan harus dengan DSLR atau Mirrorless, maka Anda sebenarnya bisa bercerita banyak dengan ponsel pintar alias smartphone di tangan.
Banyak hal yang tidak memerlukan setting sulit atau khusus yang hanya bisa dilakukan di DSLR/Mirrorless. Mode auto kamera pun sudah cukup.
Syaratnya adalah jeli terhadap situasi dan momen yang hadir dalam kehidupan sehari-hari.
Apalagi, kalau Anda termasuk orang yang tidak menekankan pada keindahan atau kecantikan, maka ponsel cerdas akan menjadi sebuah pilihan yang sangat ideal.
Saya sendiri, yang sudah lama sekali tidak memegang DSLR/Mirrorless dan hanya mengandalkan Samsung Galaxy S23 FE saja, sering melakukannya sepulang dari kantor.
Seperti foto dalam posting ini. Foto ini pastinya bisa menggambarkan budaya tertib dan disiplin di Indonesia masih sangat rendah. Perilaku pengendara yang kerap mengambil hak pengguna jalan lain tergambar.
Foto ini tidak indah, tetapi bisa diinterpretasikan, dan mungkin akan ada yang menghela nafas sambil mengatakan masyarakat negara Konoha, sepertinya lebih baik dari masyarakat Indonesia.
Dan, itu cerita saya yang saya pungut dari jalan menggunakan smartphone saja.
Mana cerita Anda kawan? Ataukah, Anda masih berpendapat bahwa fotografi adalah memotret dengan DSLR/Mirrorless saja?
Catatan : Foto diambil di Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, 13 Agustus 2026 17.06






