Bisa bayangkan kalau Jakarta tanpa polusi, atau sekedar polusi ringan saja? Kalau itu terjadi pasti warga kota tersebut akan bahagia sekali dan tidak akan berebut berwisata ke daerah lain sekedar untuk menemukan langit biru.
Kok bisa demikian? Yah, belajar dari pengalaman selama menekuni hobi fotografi, daerah-daerah yang tanpa polusi udara atau setidaknya levelnya rendah, cenderung memiliki langit biru.
Hal itu bisa dijelaskan secara ilmiah kok! Polusi udara, misalkan yang dikeluarkan oleh asap kendaraan bermotor atau pabrik, bentuknya merupakan partikel halus. Kecil memang, tetapi jika jumlahnya banyak, maka akan menghalangi pandangan kita. Yang terlihat oleh kita sebenarnya bukanlah langit, tetapi partikel-partikel yang menyebar di udara.
Itulah alasan langit Jakarta kadang terlihat gelap atau kelabu.
Kamera pun akan melihatnya seperti itu. Semakin sedikit/rendah polusinya, hasil foto langit biru akan terlihat lebih baik. Semakin tinggi polusi, langit biru akan berganti jadi kelabu.




Nah, dari semua foto-foto di atas, sekarang pasti bisa menebak mana yang paling rendah polusinya.
Tentu saja, kalau hujan turun, biasanya tetap ada kemungkinan langit akan terlihat biru saat dipotret. Hal itu terjadi karena partikel polusi terbawa air ke tanah.
Jadi, jangan heran kalau teman Anda memperlihatkan foto berlangit biru. Tanya saja destinasi wisata yang mana. Besar kemungkinan di daerah tersebut jumlah kendaraan bermotor dan pabrik sedikit, atau malamnya turun hujan.
Coba perhatikan daerah dimana Anda tinggal, kalau tidak percaya.






