Obyek Utama Tidak Harus Berada di Depan

Sebuah foto biasanya akan selalu memiliki satu obyek utama, yang menjadi sentral dari cerita yang ingin disampaikan oleh sang pemotret. Untuk itulah biasanya obyek utama ini akan dibuat dan selalu diusahakan menonjol dibandingkan sekitarnya.

Dan, salah satu cara paling mudah untuk melakukan itu dalam fotografi adalah dengan menempatkan obyek utama berada di bagian “depan” sebuah foto. Tidak berbeda dengan seorang pemimpin upacara yang ditempatkan di depan barisan. Ia menjadi tokoh sentral sedangkan sisanya adalah pengikut.

Begitu juga kira-kira pandangan banyak orang, terutama yang awam dalam dunia potret memotret. Mereka akan selalu mengusahakan agar apa yang ingin mereka tonjolkan berada langsung di bagian muka sehingga yang melihat langsung tertuju pada si tokoh utama.

Tidak salah.

Cara ini merupakan salah satu jalan paling efektif untuk membuat sesuatu menonjol. Apalagi kalau kemudian dipadukan dengan penggunaan bokeh, atau membuat kabur bagian “sisa” dari bidang foto, maka tujuan itu akan bisa dicapai dengan mudah.

Tetapi, fotografi bisa dikata lebih dekat pada seni, dalam artian kebebasan untuk berekspresi begitu luas. Tidak bisa dibatasi. Memang betul ada panduan-panduan dasar untuk menuntun, tetapi hal itu bukanlah hal yang mutlak dan “harus” dilakukan. Selama seorang pemotret merasa idenya lebih baik, ia bebas melakukannya dan tidak perlu takut dirasa salah.

Menempatkan obyek utama di bagian “depan” bidang foto tidak salah. Banyak orang, termasuk fotografer senior sekalipun menganjurkannya.

Hanya saja, tidak mutlak.

Inti utama nya adalah membuat sesuatu, yang menjadi obyek utama, lebih menonjol dibandingkan yang lain. Mau di depan atau di belakang benda atau obyek lain tidaklah masalah, selama obyek utamanya terfokus dan mengundang perhatian.

Coba lihat dua buah foto di bawah ini.

Obyek Utama Tidak Selalu Harus Berada di Depan B

Obyek Utama Tidak Selalu Harus Berada di Depan A

Foto pertama menempatkan bendera sebagai obyek utamanya dan berada di bagian depan. Sedangkan yang kedua obyek utamanya berada di belakang.

Keduanya bisa sama menariknya kalau dilakukan dengan benar. Tidak masalah.

Penempatan obyek utama di bagian depan foto hanyalah sebuah opsi dari banyak opsi yang hampir tak terbatas dalam dunia fotografi. Yang penting tujuan utamanya, yaitu menarik perhatian yang melihat tercapai.

Keluar dari dogma standar, seperti masalah penempatan obyek ini, justru akan sangat membantu untuk mengembangkan kreatifitas dalam memotret. Meskipun, semua fotografer perlu juga paham beberapa metode standar, tetapi ia juga harus sadar bahwa ia bebas melakukan sesuai apa yang dikehendakinya (kecuali Anda memotret untuk dibayar).

Jadi, cobalah berpikir sejenak sebelum menekan tombol shutter release, bagusnya obyek utama diletakkan dimana. Apakah di depan atau di belakang? Kalau ragu, kenapa tidak berusaha untuk mencoba kedua-duanya, tidak ada salahnya dan dengan begitu bahkan kita bisa membandingkan mana yang lebih enak dilihat dari obyek dan background yang tersedia.

Tips : bila menggunakan kamera DSLR atau Mirrorless atau juga prosumer yang memiliki pilihan mode, manual atau auto focus, penggunaan mode manual akan lebih enak untuk menghasilkan obyek utama berposisi di bagian belakang benda atau obyek lainnya. Hanya saja, biasanya memakan waktu sedikit lebih lama karena harus mencari titik fokus