Konsep Fotografi Ruang Negatif (Negative Space)

Teknik atau konsep fotografi ruang negatif (negative space) berdasar pada pemanfaatan ruang yang melingkupi sebuah obyek dalam bidang foto, yang seharusnya menjadi pelengkap, menjadi bagian utama dalam sebuah foto.

Konsep fotografi jenis ini juga dikenal sebagai fotografi minimalisme dan beberapa istilah lain.

Ruang Positif vs Ruang Negatif

Konsep ini berdasarkan pada pemisahan unsur dalam foto ke dalam dua bagian, yaitu ruang positif dan ruang negatif.

Obyek utama biasa disebut dengan bagian yang “positif” dan ruang sisa yang melingkupinya dikenal dengan “negatif”.

Sebagai contoh foto di bawah ini.

Mengenal Fotografi Ruang Negatif (Negative Space) Dalam Fotografi 4

Istilah ruang negatif biasanya diwujudkan dalam bentuk yang “polos”, seperti tembok dengan satu warna atau langit dimana tidak terdapat motif apapun. Namun, sebenarnya, ruang negatif sendiri tidak selalu harus demikian.

Ruang ini bisa saja berupa struktur, pola, atau bahkan bentuk. Yang terpenting adalah ruang tersebut tidak berantakan. Contoh jenis foto yang paling sering memanfaatkan ruang negatif yang polos adalah foto produk yang terpajang di toko online yang menggunakan latar belakang polos.

Konsep Foto Ruang Negatif

Konsep foto ruang negatif sendiri dasarnya tetap sama, yaitu pemanfaatan ruang “kosong” di sekitar obyek utama. Hanya, bedanya ada pada dimana ruang negatif tidak lagi sekedar menjadi pelengkap seperti pada foto produk.

Teknik foto jenis ini justru memberi lebih menekankan pada ruang negatifnya sendiri. Secara teori, obyek utamanya akan tetap terlihat menonjol, tetapi ruang negatifnya pun juga tetap menonjol.

Bisa dikata porsinya menjadi 50:50. Bahkan, ada yang berpandangan, pada konsep fotografi ruang negatif, ruang negatifnya harus lebih ditekankan dibandingkan “obyek” utamanya sendiri.

Contohnya pada foto di bawah ini

i ruang negatif atau negative space (1)

Perahu adalah “obyek utama”, tetapi latar belakang laut dan pegunungan pun pasti juga akan mencuri perhatian dari yang melihat. Secara keseluruhan terlihat kesinambungan antara “obyek” dan latar belakangnya.

Hal itu juga terlihat pada foto di bawah ini.

Unsur wanita dengan rok berwarna cerah akan tetap menempati peran utama, tetapi bangunan kuno di belakangnya memberikan ruang negatif yang tidak kalah menarik dari obyeknya.

Tips membuat fotografi ruang negatif

Ada beberapa tips untuk bisa menghasilkan foto dengan konsep ini.

  • buat ukuran “obyek utama” lebih kecil dari ruang negatifnya, setidaknya 2/3 frame foto adalah ruang negatif. Perbandingan antara keduanya akan menentukan sekali mana yang lebih menonjol saat dilihat
  • kalau perlu abaikan Rule of Thirds : penekanan pada konsep foto jenis ini ada pada ruang negatifnya dan bukan obyek utamanya, dengan begitu pemakaian aturan standar Rule of Thirds bisa diabaikan kalau memang dirasa perlu
  • tempatkan obyek utama, jika perlu pada bagian yang tidak menghalangi pandangan pada ruang negatifnya
  • perhatikan kontras warna : dengan begitu obyek utama tidak “tenggelam” ke dalam ruang negatif dan bisa tetap menjadi bagian fotonya
  • permainan warna yang kontras antara ruang negatif dan obyek utamanya dianjurkan untuk menghasilkan foto yang menarik
  • temukan strktur atau pola karena akan memberikan nuansa tersendiri menghadirkan pola dalam foto
  • pastikan latar belakang yang akan menjadi ruang negatif “bersih” dan teratur agar tidak membuat foto menjadi terlihat semrawut karena konsep ini mendasarkan pada “keteraturan” dan kesederhanaan (KISS – Keep It Simple Stupid)
Mengenal Fotografi Ruang Negatif 3

Butuh waktu lumayan lama dan melakukan berbagai kesalahan untuk bisa menghasilkan foto jenis ini. Kreativitas dan keberanian melakukan eksperimen akan sangat membantu.

Selamat mencoba.

Leave a Comment