Memotret Dengan Hape
Lotus - Kamera : Xperia M

Memotret Dengan HP atau Smartphone : Siapa Takut!

82 views

Mengapa harus takut? Mengapa pula harus minder? Kalau memang kita hanya memiliki HP atau Smartphone tidak berarti kta tidak bisa bergabung dan mempelajari fotografi.  Memotret dengan HP atau smartphone tidak berarti secara otomatis hasil fotonya jelek dan tidak enak dilihat.

Tidak. Itu sebuah pemikiran yang salah. Sangat salah, bahkan.

Bila memang seseorang ingin menekuni fotografi dengan sungguh-sungguh, perasaan minder seperti itu haruslah menjadi pertama yang dibuang jauh-jauh.

Sejarah mengatakan bahwa fotografi bukanlah sekedar tentang kamera. Fotografi jauh lebih dari itu.

Fotografer-fotografer terkenal di masa lalu menggunakan kamera analog yang dalam segi fitur dan teknologinya berada jauh di bawah , bahkan, teknologi lensa dan kamera smartphone di masa kini.

Tetap saja, hal itu tidak menghambat mereka menghasilkan foto-foto yang memukau ribuan bahkan jutaan mata puluhan tahun setelah itu. Lebih dari 150.000 fotonya ditemukan masih dalam bentuk negatif film.

Belajar dari Vivien Maier

Tidak percaya, silakan lihat dua foto karya Vivien Maier di bawah ini : (sumber foto : www.vivienmaier.com)

Foto Karya Vivien Maier

Vivien Maier adalah seorang pengasuh anak yang lahir di tahun 1926. Selama bekerja sebagai nanny, pengasuh anak, ia juga merekam foto-foto kehidupan dimana ia bekerja.

Kamera yang dipergunakannya, tentu saja bukan smartphone, hanyalah sebuah kamera biasa. Tetapi, foto-fotonya hingga sekarang menjadi perhatian banyak orang karena berhasil menggambarkan emosi dan kehidupan di New York pada masanya.

Jumlah foto yang dihasilkannya mencapai ratusan ribu dan banyak diantaranya tidak sempat dicetak (saat itu fotografi menggunakan negatif film)

Bisakah kita tidak mengagumi hasil karyanya?

Kamera HP atau Smartphone merupakan revolusi fotografi

Sebelum populernya HP berkamera dan smartphone, fotografi adalah sebuah hobi yang mahal dan hanya terjangkau oleh kalangan tertentu saja.

Selain harga kameranya merobek kantung dan tidak terjangkau oleh masyarakat umum, biaya mencetak foto dari film ke lembaran foto juga merobek dompet.

Tetapi, ketika kamera digital lahir dimana film tidak lagi diperlukan, fotografi menjadi lebih terbuka. Meskipun masih agak mahal karena harga kameranya masih cukup tinggi, tetapi ongkos yang harus dibayar untuk membuat sebuah foto sudah berkurang jauh.

Hingga akhirnya hadir HP berkamera atau smartphone. Situasi berubah. Kamera secara terpisah tidak lagi diperlukan kalau hendak mengambil foto. Seseorang tidak lagi perlu membawa dua alat terpisah, tetapi cukup membawa satu alat saja.

Setiap pembeli smartphone akan mendapat “bonus” sebuah kamera. Dengan kata lain senjata utama dalam fotografi, yaitu kamera menjadi sangat terjangkau oleh semua kalangan.

Dengan ini, lahirlah sebuah kebiasaan baru yaitu memotret dengan HP atau smartphone. Yang dilakukan oleh kalangan awam.

Perubahan drastis tentang fotografi dan siapa yang bisa melakukannya pun ikut berubah. Semua orang sekarang bisa disebut fotografer dan tidak lagi hanya terbatas pada kalangan tertentu saja.

Perubahan Sikap Mental Belum Menyeluruh

Meskipun demikian, dalam perjalanannyanya, mentalitas masyarakat, baik awam maupun kalangan fotografer masih belum 100% berubah dan menyesuaikan dengan kenyataan baru.

Stigma fotografi adalah “milik” mereka yang memegang kamera dengan lensa seukuran termos pun masih sangat lekat di kalangan awam. Sebagian fotografer masa lalu pun terkadang masih memandang remeh pada mereka yang hanya memotret dengan HP.

Itulah yang menyebabkan banyak orang masih ragu untuk ikut serta dalam fotografi karena belum memiliki kamera yang “layak”. Layak dalam hal ini adalah kamera DSLR (Digital Single Lens Reflex) .

Padahal, hal itu tidaklah benar. Fotografi sudah berubah. Fotografi sudah menjadi milik umum dan bukan hanya kalangan eksklusif saja.

Semua orang berhak dan bisa ikut tanpa harus memiliki kamera jenis tertentu. Sesederhana apapun sebuah kamera smartphone, tetaplah sebuah kamera dan bisa dipergunakan mengambil foto. Oleh karena itu, tidak seharusnya ada batasan siapa yang boleh ikut dan siapa yang tidak.

Jadi, kawan. Apapun kamera yang ada di tangan Anda, jangan ragu untuk menyebut diri Anda fotografer. Anda berhak untuk itu.

Bagaimana Memotret Dengan HP dan Smartphone?

Memotret dengan HP dan Smartphone
Istana Bogor – dipotret dengan Xperia M

Memotret dengan HP atau Smartphone sebenarnya tidak berbeda dengan kalau menggunakan kamera DSLR atau Mirrorless atau berbagai jenis kamera lainnya.

Yang membuatnya agak berbeda adalah kenyataan bahwa fitur-fitur dalam kamerap sebuah smartphone, biasa lebih sederhana dan bisa dikata berada di bawah kemampuan sebuah kamera DSRL, seperti

  • Sensor yang berukuran kecil, yang sangat berpengaruh terhadap kualitas foto
  • Lensa fix  dan berjarak jangkau pendek
  • Fitir-fiturnya sederhana dan tidak selengkap kamera FSLR

Hal itu sering menjadi penghambat dalam menghasilkan foto yang bagus dan baik. Apalagi, pemegang smartphone kebanyakan adalah masyarakat umum yang tidak mengerti mengenai cara mengambil foto sesuai dengan teori.

Berbagai keterbatasan itu menjadi halangan yang membuat foto-foto dari smartphone kurang menonjol.

Oleh karena itu, seseorang yang ingin menekuni fotografi dengan menggunakan smartphone harus berjuang mengatasi keterbatasan-keterbatasan tersebut.

Mereka harus memfokuskan diri pada pengembangan skill atau teknik mengambil gambar hingga bisa memaksimalkan fitur-fitur yang ada dalam sebuah smartphone.

Tips Memotret Dengan Smartphone (HP)

Ada beberapa tips yang bisa dimanfaatkan para pengguna smartphone untuk bisa mengambil foto yang menarik dan enak dipandang mata.

Berdasarkan pengalaman selama ini, hal-hal ini akan membantu :

  1. Menerapkan Rule of Thirds, atau Aturan Sepertiga. Dengan memakai prinsip dasar fotografi ini, subyek foto bisa ditempatkan pada posisi sebagaimana mestinya dan menarik mata yang melihat.
  2. Memperhatikan horison pada foto. Dengan membuat garis horison yang tidak miring, hal itu sudah membantu penampilan foto
  3. Menggunakan cahaya alami. Flash atau lampu kilat pada smartphone biasanya sangat terbatas daya jangkaunya. Oleh karena itu, untuk memotret dengan smartphone harus peka terhadap adanya cahaya dari sumber alami, seperti matahari.
  4. Memakai aplikasi tambahan. Banyak aplikasi tambahan yang bisa ditambahkan untuk memaksimalkan kamera pada smartphone. Aplikasi-aplikasi ini banyak yang tidak berbayar alias gratis.
  5. Memilih obyek yang tepat. Tidak beda dengan fotografi dengan kamera apapun, pemilihan obyek adalah vital. Terlebih bila menggunakan kamera smartphone yang memiliki banyak keterbatasan. Pemegangnya harus mencari obyek foto yang sesuai dengan karakter kameranya.
  6. Menggunakan photo software editting.  Kalau sebuah foto sudah bagus dalam hal komposisinya tetapi agak kesulitan menghasilkan foto yang tajam dan jelas, pemanfaatan aplikasi pengubah citra seperti Photoscape bisa membantu menghasilkan foto yang enak dilihat.
  7. Menambahkan perlengkapan tambahan. Pada masa sekarang ini sudah banyak tersedia berbagai peralatan tambahan untuk mengatasi keterbatasan kamera smartphone. Lensa atau tripod untuk smartphone sudah banyak dijual.

Ada banyak hal lain yang dapat meningkatkan kemampuan smartphone menjadi kamera yang mampu menghasilkan foto yang bagus. Tetapi, hal terbaik yang bisa ditambahkan pada sebuah kamera smartphone adalah skill atau kemampuan pemegangnya dibandingkan alat yang lain.

Memotret Dengan S,martphone
Wisma Tamu di Kebun Raya Bogor – Kamera Xperia M

Beberapa foto dalam artikel ini dibuat dengan “hanya” kamera smartphone saja (saya memberikan keterangan dengan merk smartphone yang dipergunakan).

Hasilnya “not bad”, tidak buruk kan. Enak dipandang mata.

Hingga saat ini pun, meskipun sudah memiliki sebuah kamera prosumer jenis Fujifilm HS 35EXR, tidak jarang saya tetap memotret dengan HP yang ada di kantung.

Banyak situasi dimana kamera smartphone jauh lebih ccocok dipakai dibandingkan dengan kamera DSLR. Ukurannya yang ringkas dan kecil tidak cenderung tidak “mengintimidari” obyek foto (kalau manusia). Bisa dibawa kemanapun dan bisa siap dalam waktu singkat.

Tanyakan saja keunggulan smartphone pada penggemar fotografi jalanan. Mereka akan mengatakan pada Anda bahwa mereka juga tetap tidak hanya mengandalkan pada kamera DSLR yang mereka punya, mereka juga sering memanfaatkan smartphone mereka untuk memotret.

Memotret dengan Hape
Kereta – Xperia M

Jadi, kawan. Jangan minder. Jangan berpikir bahwa fotografi hanyalah milik segelintir orang saja. Anda pun adalah pemilik fotografi.

Pergunakan kamera Anda. Berkreasilah. Nikmati kegembiraan fotografi.

Gallery for Memotret Dengan HP atau Smartphone : Siapa Takut!