Fotografi tentang merekam momen kehidupan juga

Fotografi Adalah Tentang Merekam Momen Kehidupan (Juga)

29 views

Cukup banyak penggemar fotografi akan mengerenyitkan dahi jika mendengar fotografi sebagai tentang merekam momen kehidupan. Bisa dimaklum karena mayoritas akan lebih condong pada definisi fotografi lainnya, yaitu sebagai “melukis dengan cahaya”.

Lebih puitis. Lebih “keren”. Lebih enak didengar.

Tentunya, dengan definisi yang terakhir, seorang penggemar fotografi bisa memposisikan dirinya sebagai seorang seniman yang memanfatkan kamera sebagai medium berekspresinya. Pada akhirnya, dengan menggolongkan dirinya sebagai seniman, maka hal itu akan membedakannya dengan orang kebanyakan.

Masalah ego manusia.

Tetapi, realitanya, kebanyakan pelaku fotografi terbanyak adalah masyarakat awam yang sama sekali tidak terlalu memikirkan tentang fotografi sebagai seni.

Seorang ibu yang ingin mengabadikan saat pertama anaknya bisa berjalan. Seorang ayah yang bangga ketika anaknya bisa mengayuh sepeda. Teman yang berselfie ria dengan harapan foto yang dihasilkannya akan bisa membantu melanggengkan pertemanan mereka.

Dan banyak hal lainnya.

fotografi adalah tentang merekam momen kehidupan

Mereka adalah mayoritas daripada pelaku fotografi, terutama di masa sekarang ketika kamera mudah sekali didapat.

Apa yang mereka lakukan bukanlah tentang mencoba memukau orang lain dengan teknik memotret ala seniman. Tidak juga berusaha agar mata yang melihat melotot karena kagum. Bahkan, tidak sedikit yang tidak pernah mendengar apa yang namanya Aperture, ISO, atau Rule of Thirds (Aturan Sepertiga).

Sama sekali tidak.

Mereka hanya tahu bahwa fungsi kamera adalah alat untuk merekam momen dalam kehidupan mereka yang mereka anggap berharga untuk dikenang. Mereka mengabadikan sesuatu yang suatu waktu diharapkan akan mengingatkan pada hari-hari bahagia dalam kehidupan yang dijalani.

Mereka tidak pernah sadar dan peduli apakah mereka melakukan kegiatan fotografi atau tidak. Tetapi, apa yang mereka lakukan adalah sebuah bentuk fotografi dan tidak ada orang yang bisa menyebut selain itu.

Tidak keren. Tidak nyeni. Tidak “berbeda”.

Tetapi, bukankah itu salah satu inti dari lahirnya kamera dan fotografi. Keinginan manusia agar ada alat yang bisa merekam sepenggal momen dalam kehidupan mereka untuk bisa diputar ulang.

Bukankah kebahagiaan yang dihasilkan oleh mereka yang “merekam momen kehidupan” tidak berbeda lebih daripada kebahagiaan seorang seniman yang karyanya dihargai.

Kenyataannya memang demikian.

Tanyakan sendiri kepada seorang ibu yang akan dengan senang dan bahagia sambil memegang sebuah foto masa lalu, bagaimana sang anak saat mulai belajar berjalan.

Mengapa ia merasa bangga dan bahagia dengan foto yang biasanya tidak akan memenuhi syarat sebagai sebuah foto yang baik menurut kaidah fotografi? Mengapa ia bisa merasa bangga dan bahagia dengan semua itu?

Yang mungkin ditemukan adalah sebuah kebahagiaan bisa berbagi kepada anaknya tentang secuplik masa bahagia di masa lalu. Sebuah momen yang sang anak mungkin tidak menyadarinya.

Sebuah kebahagiaan kecil yang disimpannya. Kenangan indahnya.

Fotografi adalah tentang merekam momen kehidupan

Melukis dengan cahaya memang secara teoritis adalah arti dari kata fotografi. Tetapi, tidak selayaknya juga kata ini disempitkan hanya menjadi sebuah seni yang penuh dengan kaidah dan teknik dan hanya boleh dipergunakan oleh sebagian kalangan saja.

Fotografi adalah juga tentang merekam momen kehidupan karena pada kenyataannya, sebagian besar orang melakukannya untuk tujuan itu dan bukan karena ingin melukis ala seniman.

Gallery for Fotografi Adalah Tentang Merekam Momen Kehidupan (Juga)

Gravatar Image
Seorang blogger seorang pecinta fotografi, seorang ayah, seorang anak, seorang suami seorang tetangga.. Cuma orang biasa yang gemar melihat dunia dari viewfinder kameranya